Saling Berkasih Sayang Adalah Kebutuhan

Bagikan Bagikan
Tjuk Salam Papua

Sesungguhnya kita umat Islam dengan perbedaan warna kulit kita, suku bangsa kita, kewarga-negaraan kita, umur kita, kita semua butuh akan saling berkasih sayang sesama kita. Hendaknya kita benar-benar saling menyayangi sesama umat Islam. Hati kita dipenuhi dengan sifat penyayang. Karena kasih sayang merupakan sifat orang-orang yang beriman.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim).

Kasih sayang kita kepada sesama kaum muslimin adalah di antara cara terbesar untuk mendapatkan rahmat Allah di dunia dan akhirat. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:  “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh ar-Rahman. Sayangilah penduduk bumi, niscaya Allah yang berada di atas langit akan menyayangi kamu.” [HR. Abu Dawud, at-Turmudzi, dan selain keduanya].

Sabda beliau juga: “Barangsiapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah Azza wa Jalla pun tidak akan menyayanginya.” [Muttafaqun ‘alaihi]. Dan sabda beliau yang lain: “Berikanlah kasih sayang, niscaya Engkau akan disayangi. Berilah maaf, niscaya Allah akan mengampuni kalian.” [HR. Bukhari].

Bahkan sampai hewan sekalipun, apabila kita sayang, maka Allah akan menyayangi kita. Apalagi kalau sampai menyayangi manusia. Ditambah lagi yang kita sayangi adalah seorang manusia yang beriman. Tentu kasih sayang Allah lebih besar lagi untuk kita.

Tentu Anda pernah mendengar kisah seorang pelacur yang menyayangi seekor anjing. Seekor anjing yang hampir mati karena kehausan. Kemudian ia memberi minum anjing tersebut. Allah Ta’ala pun menyanginya dengan mengampuninya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 “Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri, tidak suka kepada orang-orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada yang lebih muda dan rasa hormat kepada yang lebih tua. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenali hak orang tua kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.” [HR. Ahmad].

Kasih sayang adalah karakter yang mulia. Sifat ini membuat seseorang merasa empati terhadap derita yang dialami orang lain. Sehingga ketika melihat orang tertimpa suatu masalah, ia bersegera ingin membantu menghilangkan masalah tersebut sekadar kemampuannya. Apabila ia tidak mampu membantu secara pikiran dan tenaga, ia akan menghibur mereka. Tidak membiarkan mereka merasa sendirian dalam masalah.

Orang yang paling berhak diperlakukan dengan kasih sayang dan lemah lembut adalah orang-orang terdekat. Yang pertama dan utama adalah ibu dan bapak. Terutama saat mereka sudah tua dan lemah. Saat itulah kita sangat patut berusaha membalas kebaikan yang begitu banyak yang telah mereka lakukan untuk kita.  Setelah itu, berkasih sayang kepada keluarga; istri dan anak-anak. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan, Aku tidak pernah melihat seorang pun juga yang lebih kasih kepada keluarga dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment