Terbukti Korupsi, Kepala SMAN 1 Biak Divonis Tiga Tahun Penjara

Bagikan Bagikan
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Biak Numfor Cahaya Bagus Sudiartha, SH,MH.(Foto-Atr)

SAPA (BIAK) - Pengadilan Tipikor Jayapura memvonis tiga tahun penjara kepada terdakwa Kepala SMA Negeri 1 Biak, Papua Nico N Buiney yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2015.

Jaksa Penuntut Umum yang juga Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Numfor Cahyana Bagus Sudiartha SH, dihubungi di Biak, Jumat (7/9), menyatakan pihaknya masih pikir-pikir dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor atas vois hukuman terdakwa korupsi dana BOS SMAN 1 Biak Nico N Buiney tersebut.

"Jaksa Penuntut Umum masih mempelajari putusan hukuman terdakwa korupsi dana BOS SMAN 1 Biak," ujarnya pula.

Ia mengatakan sebelum sidang vonis dibacakan terdakwa Kepala SMAN 1 Biak Nico N Buiney dituntut selama 4,5 tahun penjara.

Sedangkan dalam amar putusan Pengadilan Tipikor Jayapura menurut Bagus Cahyana, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp1,2 miliar.

"Jaksa sedang mempelajari isi vonis terdakwa sebelum melakukan upaya hukum lain yang diatur dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi," kata dia.

Kasus tindak pidana korupsi dana BOS SMA Negeri 1 Biak disidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Biak pada tahun 2017 dan telah ditemukan beberapa kejanggalan, di antaranya pada pertanggungjawaban penggunaan dana BOS semester I periode bulan Januari-Juni 2015 terdapat selisih pada pertanggungjawaban dan realisasi sekitar Rp 204.825.850.

Sedangkan pada semester II periode bulan Juli-Desember 2015 tidak ada pertanggungjawaban sama sekali hingga proses penyelidikan berlangsung.

Saat itu terdakwa telah melakukan pencairan dana BOS tahun anggaran 2015 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui Direktorat Pembinaan SMA sebesar Rp1.606.200.000. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment