Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Papua

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (JAKARTA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dalam tiga hari ke depan meski masih musim kemarau.

"Terutama di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Bengkuu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Selasa (4/9).

Dia menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan terdapat aktivitas massa udara basah (Madden Jullian Oscillation - MJO) dan fenomena gelombang atmosfer lainnya (Rossby dan Kelvin Wave) yang cukup signifikan terjadi di wilayah Indonesia.

Akibatnya, memberikan signifikansi pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan hujan di sejumlah daerah beberapa hari terakhir, meski saat ini masih dalam musim kemarau.

Dwikorita menerangkan, kondisi tersebut pun diperkuat dengan adanya pelemahan pusat tekanan tinggi di wilayah Australia yang mengakibatkan dorongan massa udara kering dan dingin dari Australia semakin melemah sehingga massa udara di wilayah Indonesia khususnya bagian selatan ekuator relatif menjadi lebih lembab.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya potensi pertumbuhan awan hujan semakin meningkat. Dalam sepekan terakhir tercatat kejadian hujan lebat di wilayah Riau, Bengkulu, Kepri, Jabodetabek, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Maluku, dan Papua," ujarnya.

BMKG juga memprediksikan awal musim hujan akan terjadi pada Oktober, November dan Desember dengan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2019.

Sementara itu, bagi masyarakat pesisir dan para nelayan juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4.0 meter hingga tujuh hari kedepan.

Gelombang tinggi tersebut diperkirakan akan terjadi di perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Barat Bengkulu Hingga Lampung, Samudera Hindia Selatan Banten.

Berdasarkan pengamatan BMKG, masih terjadi gelombang dengan ketinggian 1.25 - 2.5 meter atau kategori waspada dan bahkan berpeluang mencapai 2.5 - 4.0 meter atau kategori berbahaya pada September-Desember 2018.

Pada September 2018 terjadi gelombang 1.25-2.5 meter kategori waspada di laut Jawa bagian Tengah, laut Arafuru, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, sementara di Samudra Hindia Barat Sumatra, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT gelombang mencapai 2.5-4.0 meter.

"Pada Oktober 2018, masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Laut Natuna utara, Pesisir Bengkulu, Laut Jawa bagian tengah, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar harap mewaspadai gelombang setinggi 1.25-2.5 meter," kata Dwikorita.

Sedangkan, potensi gelombang setinggi 2.5-4.0 m berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Sumatera, Perairan selatan Jawa hingga Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa dan NTT.

Pada November 2018, berpeluang gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Samudera Hindia barat Sumatera, Perairan selatan Jawa - Sumba, Perairan Kepulauan Sermata- Kepulauan Tanimbar dan berpeluang terjadi gelombang tinggi 2.5- 4.0 meter di Samudera Hindia selatan Jawa- Bali.

Sedangkan, pada Desember 2018 terjadi gelombang setinggi 1,25- 2,5 meter di Perairan barat Sumatera, Perairan selatan Jawa, NTT, Laut Arafuru, Perairan utara Papua sementara untuk wilayah Laut Natuna Utara terjadi gelombang setinggi 2,5-4,0 meter atau ketegori berbahaya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment