Asap Merauke ‘Serang’ Mimika

Bagikan Bagikan
Kondisi kabut asap di sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Asap kiriman akibat pembakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Merauke mulai ‘menyerang’ atau memasuki wilayah Kabupaten Mimika, Papua. Kabut asap ini terlihat jelas di area Bandara Mozes Kilangin Timika pada pagi dan sore hari.

Petugas Forcaster BMKG Kabupaten Mimika, Sony Hartono mengatakan, ancaman kabut asap di Timika mulai nampak sejak 5 Oktober lalu hingga hari ini, Rabu (10/10). Kabut asap ini berdampak pada jarak pandang penerbangan. Meski demikian, ketebalan kabut asap belum mengganggu penerbangan maupun menganggu kesehatan masyarakat.

“Kita belum bisa mengukur secara pasti resiko kesehatan untuk warga Mimika lantaran belum memiliki alat ukur untuk mendeteksinya. Untuk jarak pandang penerbangan juga belum berdampak,” ujar Sony saat ditemui awak media di Timika, Rabu (10/10).

Sony menjelaskan, terdapat puluhan titik api yang terdeteksi di Merauke. Itulah yang mengakibatkan asap terbawa angin tenggara hingga ke Mimika.

“Karena angin di wilayah Papua ke arah tenggara. Jadi kalau ada kebakaran di Merauke, asapnya lari ke Timika,” kata Sony.

Di Indonesia saat ini tengah menuju ke musim Elnino, yang mana akan mengalami suhu panas dan curah hujan berkurang. Dengan berkurangnya curah hujan, dapat disimpulkan bahwa kabut asap di Mimika dan sekitarnya akan berlangsung lama.

“Kabut asap ini kemungkinan besar akan lama, karena memang kondisi saat ini akan menuju Elnino,” kata Sony.

Saat ini BMKG Kabupaten Mimika mendata jumlah titik api di wilayah Papua dan Maluku mencapai 110 titik. Titik panas terbanyak berada di wilayah Merauke kepulauan Yos Sudarso yang mencapai 70an titik. Hal ini, kata dia, pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya dan kabut asap tebal melanda Mimika.

Sedangkan pantauan satelit cuaca BMKG Kabupaten Mimika, kapasitas awan penghujan terlihat cukup tipis. Dengan kondisi itu dapat dipastikan dampak kabut asap di Mimika masih bertahan hingga turun hujan.

“Seandainya ada hujan, itu bisa menghambat asap masuk ke Timika. Namun beberapa minggu belakangan tidak ada hujan, adapun pada sore hari namun berlangsung cepat. Sementara angin saat ini masih bertiup kencang dari arah tenggara Merauke,” terang Sony. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment