KPU Dirikan Posko GMHP di Distrik Tembagapura

Bagikan Bagikan
Pembukaan Posko GMHP di Distrik Tembagapura. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Guna melindungi hak pilih masyarakat terutama karyawan di area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang ada di Distrik Tembagapura, KPU Kabupaten Mimika membuka posko Gerakan Melindungi Hak Pemilih (GMHP) di wilayah itu.

Koordinator Wilayah (Korwil) KPU Kabupaten Mimika sekaligus komisioner KPU Provinsi Papua, Zufri Abubakar mengatakan, hal tersebut sudah sesuai dan berdasarkan hasil pencermatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah dilakukan baik oleh KPU maupun Bawaslu. Yang mana menemukan ribuan karyawan di Tembagapura belum terdaftar dalam DPT.

"Posko itu nantinya untuk mengakomodir warga maupun karyawan yang mempunyai e-KTP Mimika, untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti," kata Zufri kepada Salam Papua via telepon, Minggu (14/10).

Zufri mengatakan, dengan dibukanya Posko GMHP di Distrik Tembagapura pada Rabu (10/10), pihaknya wajib untuk memberikan informasi mengenai hal itu. Untuk permasalahan pemilih yang beridentitas dari luar Mimika, kata  Zufri, pihaknya akan mengupayakan agar membangun komunikasi dengan KPU dari tempat pemilih berasal. Hal itu agar pemilih khususnya karyawan yang ada di area kerja PTFI bisa hanya memilih di tempat ia berada sekarang, dan bukan daerah asal.

"Apalagi kami dengar ada keluhan puluhan ribu karyawan tidak bisa memilih. Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi akbar yang dilaksanakan setiap lima tahunan. Semua yang punya hak itu harus didaftarkan. Kalau misalnya dia punya e-KTP di Jogja, nanti kami hubungi ke (KPU) Jogja, sehingga disana namanya dicoret, supaya dia bisa memilih disini," terangnya.

Sekedar diketahui, posko GMHP sendiri dibuka hingga 28 Oktober mendatang, meski sebenarnya masih ada 60 hari untuk DPT HP1 dan DPT HP2 hingga 60 hari masa perbaikan atau di bulan November.

"Ini juga untuk membersihkan kegandaan data pemilih yang ada di DPT. Hal itu agar ketika DPT nasional ditetapkan, tidak lagi terdapat masalah kegandaan data pemilih," ujar Zufri. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment