Longboat yang Hilang Bermuatan 25 Orang Ditemukan Terombang-ambing

Bagikan Bagikan
Tim SAR saat melakukan pencarian longboat bermuatan 25 orang. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Perahu longboat 15 PK yang bermuatan 25 orang dan sempat dilaporkan hilang pada Rabu (13/10), berhasil ditemukan oleh masyarakat sedang terombang-ambing dilautan. Sebelumnya longboat ini dilaporkan hilang sejak Kamis (11/10) ,saat perjalanan dari pelabuhan Distrik Agats menuju Kampung Bayun, Distrik Safan, Kabupaten Asmat.

Pada Kamis lalu, longboat bertolak dari pelabuhan Agats pukul 07.00 WIT dan direncanakan tiba di Kampung Bayun pukul 11.00 WIT. Tetapi hingga Sabtu (13/10) pukul 10.30 WIT, longboat tak kunjung tiba. Kepala Kampung Bayun, Barnabas Baus kemudian melaporkan hal itu ke Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat untuk dilakukan proses pencarian. Kantor Pencarian dan Pertolongan lalu mengambil tindakan membuka operasi SAR gabungan dengan melibatkan personel rescuer Pos Agats, personel Pos TNI AL beserta masyarakat setempat.

Pada pencarian hari pertama hingga ke Distrik Atsj menggunakan perahu cepat RIB 400 PK, tidak membuahkan hasil. Percarian dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (14/10).

Pada Minggu pukul 07.00 WIT, saat Tim SAR gabungan hendak melanjutkan proses pencarian, Kepala Kampung Bayun kembali melaporkan ke Pos Asmat bahwa mendapat informasi longboat tersebut telah tiba di Kampung Bayun pada Sabtu petang sekitar pukul 18.30 WIT.

"Ternyata mengalami kerusakan pada mesin dan terombang-ambing di lautan. Beruntung mereka ditemukan masyarakat yang melintas kemudian di evakuasi menuju Distrik Atsj," kata Kepala Seksi Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Muhammad, dalam keterangan persnya yang diterima Minggu pagi.

Setelah mengetahui bahwa longboat beserta seluruh penumpang telah berhasil temukan dan dalam keadaan selamat, maka operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap longboat bermesin 15 PK beserta penumpangnya dinyatakan tutup.

Sebelumnya, 24 penumpang longboat (Kecuali pengemudi-Red) keseluruhan merupakan warga dari Kampung Bayun. Mereka kembali ke kampung setelah menghadiri pesta budaya Asmat di Distrik Agats.

Kondisi geografis di Kabupaten Asmat memang hampir keseluruhan sungai dan rawa, akses hanya bisa ditempuh menggunakan transportasi laut. Sehingga untuk transportasi dari kampung ke kampung, distrik ke distrik hingga ibu kota kabupaten tidak bisa dilalui dari jalur darat. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment