Polisi Panggil Sejumlah Politisi Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

Bagikan Bagikan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.(Foto-Istimewa)

SAPA (JAKARTA) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan tak menutup kemungkinan penyidik akan memanggil sejumlah politisi yang terkait dengan kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Menurut Setyo, pemanggilan pihak terkait sebagai saksi adalah sebuah proses penyelidikan yang tak dapat dihindari.

"Ya tentunya kalau terkait dengan suatu peristiwa, itu kan tidak hanya satu orang. Pasti ada saksi-saksi lain," ujarnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Jumat (5/10).

Oleh sebab itu, pemanggilan diperlukan untuk mendalami keterangan para saksi dan menentukan peran mereka. Jika ditemukan bukti bahwa saksi turut melakukan tindak pidana, status saksi tersebut dapat dinaikkan menjadi tersangka dan akan diproses hukum.

Setyo mengacu pada Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatakan, orang yang turut melakukan tindak pidana dapat dijerat hukum.

"Kita mengacu pada aturan hukum yang ada, Pasal 55 KUHP itu menyebutkan tentang turut serta, siapa yang turut serta dalam suatu perbuatan yang melanggar hukum, dia harus dikenakan Pasal 55," terangnya.

"Jadi nanti dipilah-pilah, yang bersangkutan perannya apa sih," lanjut dia.

Sementara itu, aktivis Ratna Sarumpaet kembali menjalani pemeriksaan, Jumat (5/10) sore. Mengenakan kemeja berwara putih, kerudung abu-abu, dan celana panjang warna hitam, Ratna berjalan didampingi petugas dari Gedung Jatanras Polda Metro Jaya menuju Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 17.20 WIB.

Saat berjalan menuju lokasi pemeriksaan, Ratna tak banyak berkomentar dan wajahnya tampak murung. "Sehat," ujar Ratna, saat ditanya mengenai kondisi fisiknya oleh wartawan, Jumat.

Tak lama kemudian, Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasrudin pun mendatangi Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ia mengatakan, akan mendampingi pemeriksaan Ratna.

"Ya mau mulai pemeriksaan ini ya, nanti ya," ujar Insank, sebelum memasuki gedung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Ratna memang dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan hari ini. Pemeriksaan hari ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan kemarin setelah Ratna ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi bohong atau hoaks, tentang penganiayaan dirinya.

Diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong. Berita bohong tersebut menceritakan terkait dirinya dianiaya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Setelah berita tersebut ramai, beberapa politisi pun ikut memberi komentar sekaligus mengonfirmasi berita tersebut, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10) malam saat akan melakukan perjalanan ke Cile, Amerika Selatan. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap karena tak memenuhi panggilan pemeriksaan polisi pada Senin (1/10) dan justru akan pergi ke luar negeri mengikuti sebuah konferensi internasional di Cile. Ratna berencana pergi tanpa memberitahu pihak kepolisian. (Kompas.com)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment