Wabup Sesalkan Banyaknya Orang Tua Tolak Imunisasi MR

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang, SE., M.Si.(Foto-Dok-Sapa)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang sesalkan banyak orang tua di Mimika yang tidak mengizinkan anaknya untuk di imunisasi khusus Measles-Rubella (MR).

Wabup saat ditemui usai meresmikan Kantor Loka POM Mimika di Jalan Hasanuddin, Jumat (12/10), menjelaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait penggunaan vaksin MR dalam pelaksanaan imunisasi MR.

"Sekarang mereka tolak karena adanya enzim haram itu, tapi MUI sudah keluarkan pernyataan bahwa itu boleh dipakai. Kalau mereka terus-terus tolak maka jangan salahkan pemerintah, dalam hal ini dinkes kalau suatu saat anak-anaknya mengalami cacat," kata Wabup.

Menurut Wabup, program imunisasi MR dilaksanakan pemerintah untuk mencegah terjadinya cacat. Karena itu, sangat perlu bagi setiap orang tua untuk membawa anak-anaknya ke puskesmas untuk di imunisasi. Demikian juga halnya dengan sekolah-sekolah yang hingga saat ini dilaporkan menolak pelaksanaan imunisasi MR.

"Saya dengar dari dinkes bahwa banyak sekolah yang tidak mau anak-anaknya di imunisasi. Padahal itu sangat penting dan wajib untuk anak-anak usia SD dan SMP. Kita harus mengantisipasi penyakit dengan mengimunisasikan anak-anak kita, karena itu untuk kekebalan tubuh," ujarnya.

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2018, Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan Mimika, Usman La Alimuda mengatakan bahwa sejak dicanangkan program imunisasi MR pada awal Agustus 2018, hingga kini ada sekitar 5.000 anak usia sekolah di Mimika yang tidak terjangkau imunisasi MR. Angka tersebut diketahui setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh puskesmas dalam wilayah kota Timika. Alasannya, adanya ada penolakan dari sejumlah sekolah ataupun orang tua murid.

Pada awal pencanangan imunisasi MR, pemerintah pusat menentukan di Mimika harus menjangkau 55.479 anak mulai usia 9 bulan hingga 15 tahun. Namun, sampai dengan 26 September 2018 jangkauan imunisasi MR baru mencapai 58,17 persen atau 32.363 anak.

Tetapi, sebelum akhir Oktober 2018, dinkes akan berupaya melibatkan seluruh stakeholder agar bisa mencari solusi bersama sehingga imunisasi MR di Mimika bisa mencapai target 100 persen. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment