Warga Timika Keluhkan Kelangkaan Stok Elpiji

Bagikan Bagikan
Ilustrasi-Gas elpiji.(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Warga Kota Timika, Papua, mengeluhkan kelangkaan stok gas elpiji di wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Januar, salah seorang warga Timika, Senin (8/10), mengatakan sudah lebih dari satu pekan mencari gas elpiji di Kota Timika, namun semua toko yang menjual gas elpiji mengaku kehabisan stok.

"Kami sudah cari hampir di semua toko dan warung yang menjual gas elpiji di Timika. Jawabannya sama, stok lagi kosong. Kondisi ini tentu menyulitkan kami konsumen karena sehari-hari kami menggunakan gas elpiji di rumah," kata Januar.

Beberapa penjual gas elpiji yang ditemui mengakui kekosongan stok elpiji di Kota Timika sudah berlangsung lebih dari sepekan.

"Semua lagi kosong karena informasi dari agen, kapal yang mengangkut tabung gas elpiji dari Surabaya atau Makassar belum bisa masuk di Pelabuhan Paumako Timika, karena gelombang tinggi," kata Arif, salah satu pedagang di kawasan Nawaripi, Timika.

Arif mengakui permintaan gas elpiji di Timika terus meningkat lantaran sebagian warga sudah beralih menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan memasak dari sebelumnya memakai minyak tanah.

Begitu pula para pelaku usaha di bidang penyediaan rumah makan, warung tenda, penjual gorengan dan lainnya rata-rata menggunakan gas elpiji.

Guna memasok gas elpiji di Timika, PT Pertamina bekerja sama dengan PT Mitra Indimatam Nusantara.

Untuk elpiji ukuran 50 kilogram, PT Mitra Indimatam Nusantara mendistribusikannya dengan harga Rp 850.000 untuk isi ulang dan Rp 2.000.000 untuk pembelian baru.

Sedangkan ukuran 12 kilogram dijual seharga Rp 225.000 untuk isi ulang dan Rp 700.000 untuk pembelian baru.

Adapun untuk bright gas 5,5 kilogram harga isi ulangnya Rp 110 ribu dan pembelian baru Rp 400 ribu. Namun harga tersebut bervariasi di tingkat pedagang pengecer. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment