Anak Korban Penganiayaan dalam Video Viral Bilang Terima Kasih Pak Kapolri

Bagikan Bagikan
Anak Korban Penganiayaan dalam Video Viral didampingi Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti  Agung Ananta.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Leo, seorang anak berusia 13 tahun yang menjadi korban penganiayaan lantaran diduga mencuri ayam yang videonya viral di media sosial menyampaikan  terima kasih kepada Kapolri karena kasus penganiayaan yang dialaminya diselidiki pihak kepolisian dan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

“Pak Polisi, pak Kapolri, Kapolda dan Polres Mimika, terima kasih sudah bantu saya. Saya terima kasih sekali,” ujar Leo yang didampingi Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta dan anggota Unit Wiwit Widiyastuti ketika ditemui wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (3/11).

Dengan ditanganinya kasus tersebut, Leo, anak keempat dari delapan bersaudara itu menilai keadilan di Indonesia masih terpelihara dengan baik.

“Saya senang pelakunya diproses hukum. Sekali lagi saya terima kasih sekali. Polisi sudah menangkap pelakunya,” ujarnya.

Leo menceritakan, pada peristiwa kekerasan yang dialaminya, dirinya sempat meminta ampun. Kendati demikian, para pelaku tetap melakukan aksi persekusi itu.

“Kita kan mau ambil ayam, orangnya datang kita lari terus dikejar, ditangkap dan dibawa ke rumah aji. Pas sampe saya dipukuli menggunakan balok besar dua kali. Habis itu dibawa ke pak RT punya rumah. Ada tete pegang saya punya tangan terus dipukuli dua kali. Saya langsung pusing. Saya minta ampun tapi mereka tidak mau,” ujarnya sembari berkata Pak RT kemudian ke luar dan meminta untuk penganiayaan itu dihentikan.

Aksi persekusi terhadap anak itu pun terekam dalam video dan tersebar luas di media social. Video viral itu ternyata mendapat respon dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan secara langsung memerintahkan jajaran Polres Mimika mencari tahu kebenaran video tersebut.

Setelah dicek, ternyata benar kejadiannya di Mimika. Petugas kepolisian langsung mencari tahu dan menuju lokasi kejadian. Alhasil, tiga pelaku penganiayaan itu resmi ditetapkan oleh Polres Mimika sebagai tersangka dengan mendapat ancaman kurungan penjara selama 5 hingga 15 tahun karena melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 170 ayat (2) KUHP. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment