Boeing Harus Ikut Tanggung Jawab, Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Bagikan Bagikan
Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin.(Foto-airmagz)

SAPA (JAKARTA) -  Asosiasi Penerbangan Sipil Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association ( INACA) menilai, perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing harus turut bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610.

"Saya lihat pihak Boeing juga harus tanggung jawab dalam hal ini," ujar Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (29/11).

INACA meyakini bahwa pesawat Lion Air JT 610 layak terbang, baik saat penerbangan Denpasar-Jakarta sehari sebelum pesawat itu jatuh maupun saat memutuskan terbang Jakarta-Pangkalpinang di hari kejadian. Sebab kata dia, tidak mungkin pilot memutuskan untuk terbang bila kondisi pesawat tidak layak terbang. Terlebih engineer juga sudah menyatakan pesawat tersebut layak terbang sebelum terbang.

Namun bila saat penerbangan pesawat mengalami masalah, menurutnya hal itu lain soal. Menurut dia, kerusakan pesawat JT 610 saat terbang harus diinvestigasi.

"Kita tahu dari FAA mengeluarkan aturan kepada Boeing mungkin ada lagi yang Boeing harus diberitahukan. Mungkin ada sesuatu masalah di bagian dari pesawat. Itu yang harus kita lihat kenapa itu bisa rusak. Itu harus diselidiki lebih dulu kenapa," kata dia.

Sebelumnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa pesawat Lion Air PK-LQP layak terbang. Namun terdapat berbagai masalah dalam tiga hari sebelum pesawat itu jatuh. Dalam tiga hari, ada enam masalah yang dialami pesawat itu. Hal ini diketahui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berdasarkan data perawatan pesawat. (Kompas.com) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment