Cipta Kondisi, Polres Mimika Gelar Razia Jelang 1 Desember

Bagikan Bagikan
Polisi menemukan atribut noken bercorak Bendera Bintang Kejora saat Razia di Check Point 28.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) - Mengantisipasi jelang 1 Desember yang merupakan kalender kamtibmas, Polres Mimika menggelar cipta kondisi untuk memastikan kenyamanan masyarakat. Dimana, polisi melakukan razia kendaraan di Jalan Sosial dan Chekpoint 28, Kamis (29/11).

Operasi yang diikuti 70 personel Polres Mimika dibantu BKO Brimob Maluku Utara yang dipimpin langsung Plh Kapolres Mimika, AKBP Fernando S Napitupulu itu berhasil mengamankan lima unit kendaraan bermotor karena tidak memiliki kelengkapan kendaraan.

Dari pantauan Salam Papua, selain mengecek kelengkapan surat kendaraan, polisi juga memeriksa setiap kendaraan yang melintas di area tersebut apakah membawa senjata tajam (Sajam) ataupun pengendara berada dalam kondisi mengonsumsi minuman beralokohol sehingga dapat mengganggu Kamtibmas.

Dimana, untuk area checkpoint 28, ditemukan BA (38), warga Kwamki Baru membawa bambu yang akan digunakan membuat busur panah tradisional. Barang bukti itupun disita dan BA diberi pemahaman.

Selain itu, ditemukan tiga warga yakni NW, JJ, dan AW memakai tas Noken bercorak Bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol Organisasi Papua Merdeka serta sekelompok warga dalam satu unit kendaraan roda empat membawa minuman beralkohol. Barang bukti miras itu pun langsung dimusnahkan di TKP.

Plh Kapolres Mimika, AKBP Fernando S Napitulu menegaskan, menjelang 1 Desember, kamtibmas di Kabupaten Mimika cukup kondusif. Kendati demikian, aparat keamanan tetap harus terus waspada guna menjaga kamtibmas.

“Tanggal 1, 14, 25 dan 31 malam menjelang tahun baru aktivitas masyarakat itu meningkat. Untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, salah satu cara yang kita lakukan dengan razia. Mengecek kendaraan, apakah membawa sajam, dalam pengaruh alkohol sehingga dapat mengganggu masyarakat lainnya. Jadi kita menjaga agar itu tidak terjadi,” ujarnya ketika ditemui wartawan disela-sela operasi.

Untuk itu, Fernando meminta kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung upaya kepolisian dalam menjaga kamtimbas dengan tidak mudah terprovokasi oleh pihak terentu yang mengganngu keamanan wilayah menjelang 1 Desember.

“Memang ada saudara yang masih belum sepaham dengan kita yang ingin berkativitas. Tapi bukan cuma itu, tapi semua masyarakat yang menjalankan aktivitas rutinnya harus kita jaga kondisi kondusif ini sampai akhir tahun dan seterusnya,” ujarnya sembari mengimbau agar masyarakat bijak dalam menerima informasi.

“Jika mendapat informasi yang diragukan bisa ditanyakan langsung kepada polisi.  Kepada masyarakat, laksanakan aktivitas sehari-sehari, jangan gampang terprovokasi dengan sekelompok orang. Jadi kita berharap masyarakat bisa mendukung dan memahami kegiatan kepolisian untuk menjaga kamtibmas ini,” ujar Fernando. (Salma) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment