Disperindag Minta Pungli di Pasar Sentral Timika Dihentikan

Bagikan Bagikan
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika Inocentius Yoga Pribadi.(Foto-Ant)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tengah menelusuri praktik pungutan liar (pungli) sewa lahan Pasar Sentral oleh oknum-oknum tertentu kepada para pedagang setempat. Praktik pungli ini harus segera dihentikan.

Sekretaris Disperindag Mimika Inocentius Yoga Pribadi di Timika, Kamis (8/11), mengatakan praktik pungli sewa lahan di pinggir jalan bahkan di atas drainase kepada para pedagang mengakibatkan kondisi Pasar Sentral Timika semakin semrawut.

"Kami tahu ada oknum-oknum pedagang lama yang memiliki pengaruh di pasar yang terlibat sewa-menyewa lahan. Mereka itu juragan-juragan pasar, merekalah yang jadi makelar selama ini sehingga Pasar Sentral tidak tertata bagus. Kami sudah panggil dan peringatkan untuk tidak boleh bermain-main," kata Yoga.

Yoga menegaskan para oknum tengkulak tersebut tidak memiliki hak untuk menyewa lahan Pasar Sentral kepada para pedagang, mengingat lahan Pasar Sentral Timika yang beralamat di Jalan Hasanuddin, Irigasi itu merupakan milik Pemkab Mimika.

Berdasarkan informasi yang diterima Disperindag Mimika dari sejumlah pedagang, para oknum tengkulak tersebut menyewakan lahan untuk ditempati para pedagang dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

Ironisnya, Pemkab Mimika sendiri malah tidak mendapatkan pemasukan sepeserpun dari operasional Pasar Sentral Timika.

"Mereka boleh terima sewa sampai puluhan juta rupiah, tapi pemerintah daerah sama sekali tidak mendapatkan pemasukan dari pasar ini. Bahkan yang kami temukan, oknum-oknum itu juga yang memodali para pedagang untuk membuka usaha jualan di pinggir-pinggir jalan bahkan di atas drainase. Akibatnya, sampah kian menumpuk di got-got karena air tidak bisa mengalir dan menimbulkan bau busuk di mana-mana," ujar Yoga.

Disperindag Mimika memperingatkan para oknum tengkulak tersebut agar menghentikan praktik liar mereka jika tidak ingin berhadapan dengan proses hukum.

"Tolong segera hentikan. Kalau masih ada, kami akan proses lebih lanjut," ancam Yoga.

Ia membantah keterlibatan oknum staf Disperindag Mimika untuk melanggengkan praktik sewa lahan Pasar Sentral Timika tersebut.

"Kami jamin tidak ada staf kami yang ikut bermain. Kalaupun ada, silakan dilaporkan. Kami akan ambil tindakan tegas jika memang ada," tutur Yoga.

Buntut dari praktik sewa-menyewa lahan Pasar Sentral Timika, kini jumlah pedagang yang membuka usaha dagangan di lokasi itu semakin membeludak mulai dari bagian depan hingga jalan belakang pasar.

Kondisi itu juga membuat Disperindag Mimika kesulitan untuk mengatur dan mengelola tempat jualan (lapak) yang akan ditempati para pedagang lantaran jumlah lapak yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pedagang yang mendaftar.

Disperindag Mimika memutuskan seluruh pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan dan di atas saluran drainase harus masuk ke dalam area Pasar Sentral.

Penertiban pedagang Pasar Sentral Timika tersebut ditargetkan rampung Desember mendatang. (Ant) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment