DPAD Butuh Tenaga Sarjana Pustakawan dan Arsiparis

Bagikan Bagikan
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika Jacob Toisuta.(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Mimika membutuhkan tenaga sarjana khusunya S1 pustakawan dan arsiparis. Tenaga ini dibutuhkan untuk pembenahan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada instansi itu.

Sekretaris DPAD Mimika, Yopi Toisuta, berharap penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 bisa mengakomodir khusus formasi sarjana pustakawan dan arsiparis, minimal dua orang.

Keberadaan tenaga S1 pustakawan dan arsiparis ini, menurut Yopi, agar dapat membantu meningkatkan SDM instansi itu sehingga tidak lagi harus melakukan magang ataupun diklat ke luar daerah.

"Selama ini kita tahu untuk pengelola perpustakaan selalu kita lakukan diklat. Begitu juga untuk kearsipan, terpaksa kita selalu ikut magang di Surabaya. Tahun 2013 kita sudah buka formasi untuk dua tenaga itu, tapi tidak ada yang mendaftar. Kalaupun waktu itu ada yang mendaftar, tapi usianya telah lewat aturan yang berlaku. Diharapkan penerimaan (CPNS) tahun ini ada formasi pustakawan dan arsiparis. Intinya untuk pembenahan SDM," kata Yopi saat ditemui di salah satu hotel dibilangan Jalan Hasanuddin, Jumat (2/11).

Yopi mengungkapkan, hingga saat ini khusus tenaga pustakawan, di Mimika maupun di kabupaten tetangga belum ada. Sehingga tidak menutup kemungkinan dapat di usulkan ke pusat agar tenaga pustakawan dapat ditugaskan ke daerah sebagai pegawai pembantu.

Penempatan tenaga pustakawan dan arsiparis memberikan dampak kemajuan SDM. Itu karena memiliki latar belakang sekolah khusus yang tentunya memahami bidang masing-masing. Sedangkan jika harus menempatkan pegawai dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, itu akan lebih sulit dan harus diikutkan lagi magang atau diklat.

"Memang pegawai kita selama ini bagus, dan telah ikut magang dan diklat. Tapi mereka bukan berlatarbelakang pendidikan khusus. Karena itu kita membutuhkan tenaga khusus," tuturnya.

Apalagi, saat ini semua pekerjaan yang berkaitan kearsipan telah menggunakan sistim digital sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada.

Selain mendatangkan SDM yang berkompoten, tentu perlu juga diimbangi dengan pembenahan khusus kantor ataupun fasilitasnya yang dapat menunjung tugas mereka.

"Dahulu saat masa Soeharto, ada pegawai-pegawai dari pusat yang ditugaskan ke setiap daerah, dan gajinya tetap diberikan dari pusat. Kita di Mimika bisa saja lakukan koordinasi ke pusat, dan saya sudah sejak lama mempunyai ide untuk itu. Tapi karena kantor kita tidak memadai untuk ruang-ruang, pembagian ruangannya, sehingga belum bisa diusulkan ke pusat. Bagaimana pun kita harus ada ruangan khusus untuk mereka dan tempat tinggal yang nyaman," terangnya. (Acik) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment