Evaluasi Pembangunan 5 Puskesmas Dilaporkan ke Pihak Terkait

Bagikan Bagikan
Pembangunan Puskesmas Timika. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menyatakan rutin melakukan evaluasi bersama kontraktor dan konsultan pengawas terkait pembangunan 5 unit puskesmas Uta, Potowaiburu, Timika, Timika Jaya dan Jita. Bahkan, hasil evaluasi itu langsung dilaporkan kepada pihak terkait, seperti Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah  (TP4D), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan juga Inspektorat.

Menurut Sekretaris Dinkes, Reynold Rizal Ubra, hal ini dilakukan agar untuk selanjutnya Dinkes bisa melakukan monitoring secara bersama-sama, sehingga pembangunan 5 unit puskesmas dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu bisa berjalan dengan baik.

“Yang akan rampung 100 persen dalam beberapa minggu ke depan ialah puskesmas Uta dan Potowaiburu. Sedangkan untuk percepatan pembangunan puskesmas Timika, Mapurujaya dan Jita akan didorong untuk menambah tenaga tukang. Sebetulnya untuk puskesmas Timika, Mapurujaya dan Jita ini bisa diselesaikanbersamaan dengan puskesmas Uta dan Potowaiburu, tetapi karena ada keterlambatan dengan pasokan bahan-bahannya makanya sedikit lambat. Tatapi akan diupayakan untuk tetap diselesaikan tahun ini juga,” tutur Reynold saat ditemui di Kantor Dinkes, Kamis (1/11).

Jika pembangunan 5 unit puskesmas tersebut tidak dituntaskan dalam tahun ini, kata Reynold, pembayaran kepada kontraktor akan disesuaikan dengan realisasi pembangunan yang tercapai.

Sebelumnya pada 17 September lalu, Kepala Dinkes Mimika Alfred Douw mengatakan,  pembangunan 5 unit puskesmas menggunakan DAK sebesar Rp29 miliar lebih. Menurut Alfred dengan jumlah anggaran tersebut mencakup semua pembangunan fisik gedung puskesmas.

“Anggaranya dibagi-bagi dengan jumlah bervariasi, tergantung besaran bangunannya. Kalau di Mapurujaya itu anggaranya lebih besar karena puskesmasnya dibangun dua lantai,” kata Alfred waktu itu.

Ia juga mengaku, meski sedang dalam proses pembangunan, pelayanan kesehatan pada masing-masing puskesmas tetap berjalan secara normal dan menjadi prioritas. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment