Gubernur Papua Laporkan Persiapan PON ke Kemenpora

Bagikan Bagikan
Gubernur Papua Lukas Enembe.(Foto-Ant)

SAPA (JAKARTA) - Gubernur Papua, Lukas Enembe, menemui Menpora Imam Nahrawi di kantor Kemenpora, Kamis (1/11). Dia melaporkan kemajuan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020. 

Lukas sekaligus menyampaikan hal-hal lain disamping membeberkan perkembangan PON. Di antaranya, perubahan Instruksi Presiden berkaitan dengan perubahan venue pertandingan dan meminta peralatan bekas Asian Games dan Asian Para Games untuk bisa digunakan pada saat penyelenggaraan berlangsung.

"Sejauh ini pihak Papua menyatakan siap, baik untuk PON 2020 maupun untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019," ujar Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto menirukan Lukas.

Menurut Gatot perubahan venue itu sekaligus merevisi Inpres nomor 10 tahun 2017. Sebab, Papua mengubah venue untuk PON 2020. Antara lain, venue cabang hoki yang sebelumnya ditetapkan di Jayapura dipindah ke Biak. Itu berimbas kepada kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) yang bertugas membangun venue. Mereka tidak bisa membangun tanpa ada Inpres.

Soal peralatan bekas Asian Games yang ingin dipakai lagi, Kemenpora mengizinkannya.

"Poinnya, diizinkan. Tapi, Pemda harus mengirimkan surat kepada Menpora dan Sesmenpora terkait barang apa saja yang diinginkan karena terus terang nanti akan diduplikasi dengan kebutuhan cabor, misalnya cabor bulutangkis minta peralatan," kata Gatot.

"Dan kalau pun minta harus ada gudang untuk menyimpan karena barang harus ke luar dari Jakarta paling lambat akhir November. Jangan sampai saat sampai di Papua barang jadi rusak. Sementara jika tidak dimanfaatkan juga sayang karena itu kan sudah standar dunia," ujar Gatot.

Di sisi lain, Gatot menambahkan, Kemenpora tengah melakukan inventarisasi terkait pelaralatan bekas pakai Asian Games dan Asian Para Games 2018. Selain itu, juga tengah melakukan verifikasi karena sampai kemarin ada sembilan cabor yang sudah mengajukan usulan, termasuk Persani, hand ball, dan gulat.

"Mereka juga meminta agar peralatan segera dihibahkan ke masing-masing cabor. Malah Pemda Sumatera Selatan juga sudah mengincar. Dan itu tak tertutup kemungkinan karena kami justru merasa terbantu bisa beralih pemilik. Jika tidak akan mempengaruhi neraca Kemenpora," ujar Gatot.

"Cuma ya itu mereka harus 'berebut'. Dan harus dipenuhi dua syarat itu tadi, pertama ada surat permohonan bermaterai apa saja yang diminta. Lalu kesediaan untuk menerima, ya itu caranya harus punya gudang," katanya. (Dtc)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment