Hanya 19 Jam, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuh Tukang Ojek di Kwamki Narama

Bagikan Bagikan
Jenazah korban saat di evakuasi dari TKP. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Dalam kurun waktu 19 jam sejak terjadi kasus pembunuhan terhadap almarhum Amran (34) di Jalan Freeport Lama, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, pada Kamis (1/11) sekitar pukul 14.30 WIT, pelaku utama pembunuhan itu berhasil di tangkap. Penangkapan ini tidak luput dari kerja sama para tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kwamki Narama dan sekitarnya.

Sebelumnya, Jumat (2/11) pagi, petugas gabungan dari Satuan Reskrim, Intelkam, Sabhara Polres Mimika melakukan apel di Aula Polsek Mimika Baru guna merencanakan proses dan sasaran penangkapan yang sebelumnya telah diketahui. Selanjutnya, petugas yang dipimpin Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Y. Harikatang dan Kaur Bin Ops Sabhara, Ipda Lexy Medyanto dibagi menjadi tiga regu melakukan penggerebekan di rumah pelaku yang berinisial KY dan terletak di Jalur 3, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Andi Suhidin saat diwawancara awak media di Mapolsek Mimika Baru, Jumat (2/11), mengatakan, pelaku berhasil ditangkap atas kerja sama pihak kepolisian dengan para tokoh di Kwamki Narama. Di mana, saat petugas mendatangi kediaman pelaku sekitar pukul 10.30 WIT, saat itu juga langsung menemukan pelaku yang kemudian ditangkap tanpa adanya perlawanan.

"Informasi-informasi dari tokoh masyarakat, kemudian hasil olah TKP. Barang bukti tadi sudah melakukan pencarian di TKP, kita sudah dapat satu buah parang, dan pelaku bilang parang itu sudah yang saya pakai," ujar Ipda Andi.

Motif pelaku dalam melakukan penganiayaan hingga menewaskan korban, kata Ipda Andi, dikarenakan faktor emosional yang kemudian dilampiaskan kepada orang lain. Pelaku yang dalam keadaan mabuk itu, marah karena panahnya dipatahkan orang saat acara bakar batu disekitar wilayah itu.

"Saat itu pas ada acara bakar batu di depan. Ada yang patahkan panahnya lalu dia marah. Kemudian dia ke belakang. Dan dalam keadaan mabuk dia mengamuk di belakang, dan dapatlah tukang ojek itu. Dia lampiaskan ke tukang ojek," terang Ipda Andi.

Terkait dugaan adanya keterlibatan pelaku lain dalam peristiwa pembunuhan ini, menurut Ipda Andi, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dengan mendukung Satuan Reskrim Polres Mimika mencari tahu soal itu. Sebab, dari keterangan KY, dirinya saat itu dalam keadaan mabuk, sehingga tidak mengetahui apakah ada pelaku lain bersamanya atau tidak.

"Untuk sementara pengakuannya dia sendiri. Tapi kita masih kembangkan juga (kemungkinan ada keterlibatan pelaku lain). Karena dalam keadaan mabuk, sehingga dia juga tidak jelas. Intinya dia hanya kejar korban yang punya motor itu sampai dia sikat di kebun-kebun itu (lokasi korban tergeletak)," katanya.

Sementara itu Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Y. Harikatang menyampaikan bahwa, upaya kepolisian telah dilakukan atas tuntutan dari keluarga maupun kerabat korban agar pelaku segera ditangkap. Oleh karena itu, pihak keluarga maupun rekan se-profesi korban diimbau untuk bersama-sama dapat menjaga situasi agar tetap kondusif pasca kejadian ini.

"Upaya sudah kami lakukan sehingga pelaku utama sudah kami tangkap dan dia sudah mengakui. Pihak keluarga maupun soliditas tukang ojek agar bisa memahami ini, agar sama-sama menjaga situasi ini agar tetap kondusif," imbaunya.

Diketahui sebelumnya, peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Kamis (1/11) sekitar pukul 14.30 WIT di Jalan Freeport Lama (Pompa II), Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama. Korban yang berprofesi sebagai tukang ojek tewas bersimbah darah diatas lahan perkebunan milik warga. Korban mengalami luka robek akibat benda tajam pada bagian kepala, leher dan juga badan.

Akibat kejadian ini, keluarga, kerabat dan rekan se-profesi korban menjadi marah dan melakukan aksi menghentikan aktivitas ojek dari dan ke wilayah Kwamki Narama. Bahkan, pada Kamis malam, mereka melakukan sweeping di sekitaran pasar lama mengajak tukang ojek lainnya tidak tidak mengantar penumpang ke Kwamki Narama. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. cepat skali.Masa orang Papua di bunuh oleh OTK, kamu tidak bisa dapat pelaku. Banyak pembunuhan yang di buat oleh OTK, kamu belum dapat pelaku

    ReplyDelete