Kompetisi ‘Waanal Brewers Cup 1’ Diikuti Barista Timika dan Jayapura

Bagikan Bagikan
Para barista peserta kompetisi ‘Waanal Brewers Cup 1’ dari Timika dan Jayapura berpose bersama dengan Doddy Samsura (Juri).(Foto-Salam Papua)

SAPA (TIMIKA) – Kompetisi ‘Waanal Brewers Cup 1’ yang digelar Waanal Coffee and Resto Timika, Sabtu (3/11) tidak hanya diikuti sejumlah barista dan pecinta kopi di Timika, tapi juga sejumlah barista dari Jayapura. 

Pemenangan kompotisi Barista di Jayapura, Rejha Prayoga Dumatubun mengatakan, Kompotisi  ‘Waanal Brewers Cup 1’ sangat positif dan merupakan media untuk semua barista di Mimika atau se Papua dalam bersilaturahmi.

 Kompotisi menghadirkan juri Doddy Samsura  yang merupakan barista yang berkompetensi di bidang perkopian di Indonesia. Sehingga, selain meraih juara, peserta bisa memperoleh ilmu dalam dunia perkopian.

“Selama ini di Papua sama sekali belum ada kompotisi Barista dan juga pecinta kopi. Jujur saja ivent seperti ini sangat penting dilakukan secara terus menerus, karena selain untuk lebih mematangkan profesi barista, juga bisa memberikan pelajaran bagi masyarakat luas,” ungkap Barista Kopi Djuang di Jayapura ini.

Pendapat senada disampaikan Tenny Juni Harto  yang merupakan Barista Black  and Box Coffee Abepura Jayapura. Tenny mengatakan, ivent ini bisa menyatukan semua barista dan pegiat bahkan petani kopi di Papua.  Tenny mengharapkan kompotisi ini dijadikan agenda khusus yang bisa mempersatukan semua pecinta kopi di Papua, karena melalui ivent ini juga bisa mempromosikan kopi di Papua ke kanca nasional ataupun internasional.

Barista cantik dari Mels Coffee Jalan Hasanuddin, Larasati Emanuella Titaley mengatakan, kompotisi barista  yang digelar Waanal Coffee dan Resto ini sangat mensuport profesi barista di Mimika. Dimana dalam kompotisi ini, setiap barista bisa saling berbagi pengalaman dan mengambil materi-materi penting dari Doddy Samsura selaku pemateri yang profesional.

“Kompotisi ini bagi saya bukan hanya sebagai ajang merebut kemenangan dan nilai tinggi. Tapi memberikan dampak yang bermanfaat dalam menambah dan mengasah kemampuan saya dalam bidang kopi. Tidak perlu kita bicara apa yang harus dilakukan barista dalam pekerjaannya di kedai kopi, tapi yang penting sejauh mana bisa mengetahui tentang jenis kopi, mengolah kopi hingga meracik dan menyajikan kopi dan bisa dinikmati orang lain,” kata gadis yang akrab disapa Laras ini.

Ia berharap kompotisi ini bisa dilaksanakan setiap tahun dan tidak dikhususkan bagi barista saja. Namun, bisa melibatkan masyarakat umum yang menyukai kopi ataupun yang ingin belajar tentang kopi.

Laras yang mengaku baru menjalankan profesi sebagai barista selama kurang lebih empat bulan ini mengatakan, memiliki ketertarikan untuk mempelajari tentang kopi, mulai mengolah bubuk kopi, mengatur takaran kopi dalam sebuah cangkir dan merasakan aroma kopi yang dinilai nikmat dan tidaknya untuk diminum.

“Sebelum dan setelah menjalani profesi sebagai barista, saya banyak mendapatkan referensi dari orang lain tentang meracik kopi,. Tapi penyampaian dari setiap orang yang saya temui itu berbeda-beda walaupun maksudnya sama. Nah dengan adanya sharing ilmu dari Doddy Samsura, membuat ketertarikan saya untuk mengenal kopi itu semakin besar.

Selama ini mungkin pelanggan di kafe saya berpikir jadi barista itu gampang, karena tinggal masukan bubuk kopi ke cangkir terus tuang air panas, diaduk-aduk dan selesai. Padahal butuh ketelatenan  supaya bisa menjadikan kopi itu lebih nikmat,” katanya.

Satu hal yang sangat disyukuri ialah dalam kompotisi ini bisa memperoleh sertifikat khusus sebagai barista yang berkompoten atau berpengalaman setelah diuji dan dinilai.  Tapi memiliki sertifikat dan menjadi pemenang atau kalah dalam kompotisi ini bukan menjadi hal yang utama. Sebab, satu pencapaian yang luar biasa ketika melalui kompotisi ini bisa menempa mental untuk berani berhadapan dengan juri dan orang banyak lainnya.

Karena kompotisi barista bukan hanya ada di Mimika, tapi sering dilaksanakan di seluruh Indonesia ataupun di luar negeri. Karena itu, dengan mengikuti Waanal Brewers Cup 1 Competition ini sangat membantu menguatkan mental untuk mengikuti ke tingkatan berikutnya.

Sedangkan Kathinka Soumalena yang merupakan peserta dari Jayapura mengaku, kompotisi yang diawali pemaparan materi oleh Doddy Samsura ini memberikan pelajaran yang sangat berharga, sehingga bisa lebih mengengal seluk beluk dalam meracik kopi.

Mantan karyawan Trans Kopi Papua (TKP) Coffee di Sentani Jayapura ini mengatakan, menjadi seorang barista bukan hal yang gampang seperti yang dilihat.  Menjadi barista harus mengetahui hitungan kimia untuk mengatur takaran kopi, gula dan temperatur air yang dipakai untuk menyeduh kopi. Sebab, selain rasa juga harus pandai bermain feeling untuk memastikan kandungan cafein berdasarkan selera banyak orang.

“Saya sebetulnya bukan barista. Dalam kompotisi ini saya ingin mengenal kopi dan cara mengolahnya. Karena memang saya juga punya keinginan menjadi barista. Saya sering dengan Kakak yang kerja di Rimba Coffee Boardingpas Bandara Mozes Kilangin dan sekarang saya sangat senang begitu tahu Waanal Coffee laksanakan kompotisi ini,” kata Kathinka.

Salah satu peserta yang juga bukan barista,  Ahmat Riyanto mengatakan kompotisi ini sangat bagus karena menjadi wadah yang bisa melatih improfisasi dalam menjalankan profesi serta menjadi ajang silaturahmi bagi setiap barista. Apalagi kompotisi ini juga diikuti oleh beberapa barista dari luar Mimika.

 “Saya sebetulnya bukan barista yang bekerja di kafe atau kedai kopi di Timika. Tapi saya sangat ingin belajar bagaimana sebetulnya meracik kopi supaya menjadi minuman yang nikmat dan disukai banyak pencinta kopi. Menurut saya kompotisi ini bukan hanya mensuport para barista, tapi juga kepada pencinta kopi, karena sebagai pencinta kopi juga tentunya punya rasa penasaran kenapa dan bagaimana sampai sajian kopi yang diminumnya bisa nikmat,” kata Ahmat.

Penanggung Jawab yang juga Owner Waanal Coffee and Resto Timika, Randy Manurung menyampaikan terima kasih untuk seluruh sponsor dari kompetisi ini yakni PT Freeport Indonesia  (QOL Department), Kokarfi, Telkomsel, Nelscorner, Pemkab Mimika,  Timuka Coffee Community dan SKH Salam Papua.

“Terima kasih kami sampai kepada seluruh sponsor. Acara ini tidak akan berjalan sukses tanpa kerja sama dan dukungan dari sponsor,” kata Randy.  

Randy juga  menyampaikan rasa bangga dan terima kasih untuk semua peserta yang sudah terlibat.

“Ini bukan masalah menang kalah tapi moment mengambil ilmu dan pengalaman atau jam terbang untuk bisa lebih baik lagi kedepannya.  Selamat kepada para pemenang dan terus berkarya meningkatkan skill kalian,” ujar Randy.

“Khusus untuk peserta dari Jayapura, saya salut karena  mereka mau jauh-jauh datang mengeluarkan biaya yang tdk sedikit untuk berpartisipasi. Saya percaya tidak akan pernah sia-sia usaha mereka. Untuk barista-barista di Timika, tetap kompak dan stay brewing,” tambah Randy.

Mewakili Four Brothers  dan Waanal Coffee and Resto, Randy juga  menyampaikan selamat kepada para pemenang. “ Teruslah berkarya meningkatkan skill dan pengetahuan kalian. Jadilah barista yang jujur dan rendah hati seperti apa yang sudah kita lihat di dalam diri seorang Doddy Samsura,  pemateri dan juri,” kata Randy.

 “Ucapan terima kasih sebesar besarnya kami sampaikan kepada Donny Samsura atas semua dedikasi dan supportnya. Beliau menjadi bagian krusial dari Waanal Brewers Cup 1 ini. Karena sebagai pemateri beliau juga menjadi satu-satunya juri yang memposisikan dirinya bukan untuk menghakimi atau mencari kesalahan peserta tapi menjadi juri yg mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik para peserta. Semoga kerendahan hati beliau akan menjadi contoh bagi seluruh peserta dan kita semua,” tambah Randy.

Waanal Coffee and Resto akan terus berkomitmen untuk mengembangkan kopi di Tanah Amungsa. Kopi Papua kopi Waanal. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment