Lapak Pasar Sentral Dibongkar Paksa Jika Para Pedagang Tidak Taat Aturan

Bagikan Bagikan
Suasana kegiatan perekonomian di pasar Sentral Timika.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) -  Seluruh lapak di Pasar Sentral akan dibongkar paksa jika para pedagang tidak mentaati aturan yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika.

Sekretaris Disperindag Mimika, Inosesnsius Yoga Pribadi mengatakan, sudah sejak lama telah melakukan upaya untuk menata pedagang di pasar milik Pemerintah tersebut. Beberapa hari lalu juga telah dilakukan sosialisasi agar seluruh pedagang mau menempati lapak bagian dalam pasar yang telah dibangun Disperindag. Sehingga tidak ada lagi  yang menjajakan dagangan di luar pasar dan di sepanjang jalanan di kompleks tersebut.

“Kami sudah terlalu sering melakukan upaya supaya para pedagang itu mau menempati gedung yang sudah dibangun itu, tapi nyatanya semua masih berjejer di luar. Sosialisasi terakhir diberikan waktu sampai hari  minggu ini. Berarti kalau sampai hari minggu mereka tidak mau masuk ke gedung, maka lapak-lapak itu akan dibongkar paksa,” katanya saat ditemui di Kantor Disperindag, Jumat (9/11).

Ia mengakui, banyak pedagang yang tidak ingin menempati dua gedung baru itu dengan alasan tidak ada masyarakat atau konsumen yang mau masuk untuk beberlanja. Dengan demikian, mereke memilih untuk berjejer di luar dan di sepanjang jalan, karena kebanyakan konsumen yang menggunakan kendaraan mobil dan roda dua hanya parkir dan belanja di bagian luar pasar.

“Mereka beralasan kalau berjualan di pinggiran jalan itu banyak yang datang belanja. Banyak orang yang hanya buka pintu mobil dan langsung belanja. Begitu juga dengan pengendara roda dua, hanya parkir motor di pinggiran lapak lalu belanja,” ungkapnya.

Namun, alasan seperti itu tidak bisa menjadi halangan bagi pemerintah untuk melakukan penertiban, karena sebelumnya telah dilakukan peringatan dan sosialisasi secara berulang.

“Salah mereka sendiri kalau nanti dibongkar paksa, karena kita sudah sosialisasikan. Dalam sosialisasi itu kita menawarkan yang terbaik. Karena kota kita ini menjelang PON ke XX tahun 2020 harus bersih dan rapi. Apalagi itu pasar pemerintah, jadi harus  rapi dan semua pedagang wajib gunakan fasilitas yang dibangun pemerintah,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment