Pengecer di Timika Hanya Dibolehkan Jual Pertalite

Bagikan Bagikan
Kepala Disperindag Mimika, Bernadinus Songbes.(Foto-Dok-Sapa)

SAPA (TIMIKA) - Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, mempertimbangkan  BBM non-subsidi seperti Pertalite bisa dijual para pedagang pengecer dengan catatan tidak boleh mengambil keuntungan berkali-kali lipat hingga merugikan konsumen.

"Kalau mereka jual Rp15 ribu per botol air kemasan (isi 1,5 liter) tentu masih wajar. Tapi kalau sudah sampai Rp 20 ribu per botol bahkan sampai Rp 30 ribu per botol, itu tidak boleh," Kepala Disperindag Mimika Bernadinus Songbes di Timika, Papua, Rabu (7/11).

Rencana menertibkan para pedagang BBM eceran yang kian menjamur di Kota Timika sebenarnya sudah sudah lama diwacanakan, namun tidak terealisasi karena beberapa pertimbangan.
Ia menjelaskan langkah penertiban penjualan BBM eceran di Timika tentu akan mematikan usaha para pedagang dan berpotensi menimbulkan gejolak, karena pedagang BBM eceran di Timika sangat banyak.

"Pedagang BBM eceran itu memang selama ini tidak memiliki izin dari Perindag. Hanya saja karena ada banyak orang yang menggantungkan hidup mereka dari usaha ini, pasti ada gejolak kalau ditertibkan," kata Bernadinus.

Karena itu Bernadinus mengatakan penertiban pedagang BBM eceran akan dilakukan jika memang persediaan BBM di depo Jober Pertamina Pelabuhan Paumako menipis.

Langkah pertama yang akan diambil oleh Disperindag Mimika nanti yaitu menertibkan penjualan BBM bersubsidi yaitu minyak tanah, solar dan premium.

"Dalam pertemuan dengan BPH Migas baru-baru ini di Timika, mereka menegaskan bahwa penjualan BBM eceran baik oleh Pertamini ataupun pengecer itu tidak sah sehingga pemerintah daerah harus menertibkan itu. Kami membutuhkan informasi dari pihak Jober Pertamina Timika apakah stok BBM yang ada cukup memadai atau menipis. Kalau memang stoknya menipis, kami akan segera tertibkan," kata Bernadinus.

Ia menambahkan, Disperindag Mimika hingga kini masih menganalisa tata kelola penjualan BBM eceran non-subsidi di Timika seperti izin menjual BBM ecerah non-subsidi hanya diberlakukan setelah penutupan operasional SPBU.

Rencana Disperindag Mimika menertibkan penjualan BBM eceran di Timika atas desakan masyarakat dan kalangan DPRD setempat menyusul terjadinya kelangkaan BBM di semua SPBU setempat pada akhir Oktober lalu. (Ant)  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment