Polres Mimika Amankan Pelaku Penganiaya Anak Dalam Video Viral

Bagikan Bagikan
Para terduga pelaku diinterogasi di ruang KSPKT Sentra Pelayanan Polres Mimika. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) – Sebuah video di unggah netizen terkait kekerasan terhadap seorang anak di Timika beredar luas di dunia maya, Jumat (2/11). Peristiwa itu terjadi pada Kamis 1 Nopember 2018 di area Irigasi, sekitaran Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin. Dalam video itu, tampak seorang anak dipersekusi (dianiaya) karena diduga mencuri ayam.

Video viral itu ternyata mendapat respon dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan secara langsung memerintahkan jajaran Polres Mimika mencari tahu kebenaran video tersebut. Setelah dicek, ternyata benar kejadiannya di Mimika. Petugas kepolisian langsung mencari tahu dan menuju lokasi kejadian. Alhasil, sejumlah orang diamankan, terutama mereka yang ada dalam video viral itu.

“Pak Kapolri sudah merespon meminta segera ditangkap itu. Kita langsung respon mencari keluarganya untuk bisa segera melaporkan, supaya kita bisa melakukan tindakan-tindakan hukum kepada yang bersangkutan,” kata Pjs Kapolres Mimika, AKBP Fernando S. Napitupulu di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Jumat (2/11) petang.

Jumat petang, sudah ada tiga orang terduga pelaku yang diamankan, dan pada malam harinya bertambah menjadi lima orang. Mereka selanjutnya dimintai keterangannya. Terduga pelaku merupakan orang dewasa berinisial LOR (56), LR (32), TBR (49), HN (43) dan HAR (50). Tiga orang yakni LOR, LR dan HAR terlihat lebih aktif melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial LB yang diketahui baru berumur 13 tahun itu.

“Dari interogasi si anak, memang sudah beberapa kali masuk (mencuri), kemudian ditegur. Tapi yang kemarin katanya ayamnya sudah ditaruh di baju, (bahkan) sudah dibawa. Tapi kan kita tidak melihat itu (perbuatan korban). Itukan kewajiban kita semua untuk membina anak itu. Boleh dia salah, tapi, masa kita melakukan hal seperti itu? Justru kita akan lebih salah lagi,” ujar AKBP Fernando.

Kapolres sempat mengambil keterangan singkat dari tiga terduga pelaku yang dianggap aktif melakukan penganiayaan, dan mereka pun mengakui benar telah melakukan perbuatan itu.

“Saya tadi putarkan lagi videonya, saya tanya satu-satu mengaku. Jadi mengakui semuanya. Kalau kita bilang itu yang aktif-lah melakukan penganiayaan itu. Kita akan tindak tegas pelaku-pelakunya sesuai dengan aturan yang ada. Bahwa, tidak layak lah kita sebagai orang yang dewasa melakukan tindakan yang seperti itu kepada anak yang baru berumur belasan tahun,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam rilisnya yang diterima Salam Papua pada Jumat malam, mengimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarluaskan video tersebut. Sabab Polres Mimika telah menangani kasus itu dengan mengamankan sejumlah terduga pelaku dalam video itu.

“Kepada masyarakat untuk tidak membuat postingan yang bersifat provokatif dan tidak menyebarkan video terkait kasus tersebut, karena para pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Mimika untuk selanjutnya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbau Kabid Humas.

Sebelumnya pada Kamis pagi, seorang netizen yang memiliki akun media sosial Facebook dengan nama Elia Soenarie mengunggah video berdurasi 2 menit 10 detik soal kekerasan terhadap anak. Mirisnya, perbuatan itu justru dilakukan oleh sekelompok orang dewasa (Tampak dalam video ada sekitar tujuh orang dewasa-Red). Video yang menjadi viral itu, hingga Jumat malam telah ditonton lebih 497 ribu netizen dan 18 ribu kali dibagikan. (Sld) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment