Polres Tetapkan Tiga Tersangka Penganiaya Anak Dalam Video Viral

Bagikan Bagikan
Kasat reskrim Polres Mimika menunjukkan alat bukti yang digunakan tersangka para pelaku penganiayaan anak dalam video viral.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Polres Mimika menetapkan tiga tersangka pelaku penganiayaan terhadap LPB alias Leo, anak berusia 13 tahun lantaran diduga mencuri ayam yang videonya viral di media sosial. Ketiga tersangka tersebut yakni LOR, SBR, dan LR.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta mengatakan, ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 5 hingga 15 tahun.

“Apapun itu, sangat tidak diperbolehkan menganiaya anak apalagi dipukul sampai berdarah-darah. Ini seakan-akan korban sudah mencuri harta begitu banyak. Yang cukup umur saja tidak boleh dihakimi sendiri, apalagi ini anak di bawah umur,” ujarnya dalam press release, di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (3/11).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan,  tiga pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka  karena terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap LPB.

“Awalnya ada lima orang yang diamankan pada Kamis (1/11). Tapi tiga orang ini yang memenuhi unsur sehingga ditetapkan sebagai tersangka. Para pelaku mengaku kesal, tapi kekesalan para tersangka terhadap korban yang hendak mencuri ayam bukanlah menjadi sebuah alasan untuk main hakim sendiri,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah rantai sepanjang 132 sentimeter, gembok yang dipakai mengikat korban dan helm serta sebuah kayu yang digunakan tersangka memukuli kepala korban hingga berlumuran darah.

Sekedar diketahui, video yang diunggah seorang netizen yang memiliki akun media sosial Facebook dengan nama Elia Soenarie mengunggah video berdurasi 2 menit 10 detik soal kekerasan terhadap anak. Hingga Jumat malam lalu telah ditonton lebih 497 ribu netizen dan 18 ribu kali dibagikan.

Kronologi peristiwa itu terjadi pada Kamis 1 Nopember 2018 di area Irigasi, sekitaran Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin. Bermula ketika Leo bertemu dengan temannya bernama Tius lalu timbul niat mencuri ayam di rumah tersangka LOR.

Sesampainya di sana, Leo memanjat pagar rumah, sedangkan temannya menunggu di luar. Ketika Leo sementara melakukan aksinya, Tius melihat tersangka SBR datang sehingga langsung melarikan diri.

Tersangka SBR kemudian menuju pagar seng lalu menggedor sambil teriak "hey keluar". Leo kemudian berusaha kabur melalui pagar belakang lalu dikejar oleh dua orang dan berhasil ditangkap.

Setelah itu, Leo dibawa ke rumah SBR. Kemudian SBR menelpon LOR dan menyampaikan bahwa orang yang sering mencuri ayam miliknya sudah ditangkap. SBR lalu membawa Leo ke rumah LOR, sesampainya di sana LOR datang dengan sepeda motor dan langsung melakukan pemukulan. Termasuk LOR sempat memukul menggunakan helm.

Saat itu suasana sangat ramai di kediaman tersangka LOR, Leo lalu dibawa ke rumah Ketua RT. Sesampainya di sana, seorang warga sempat bertanya kepada Leo namun tidak puas karena dianggap tidak sesuai fakta sehingga sempat melakukan pemukulan.

Tidak lama kemudian, datanglah tersangka LR dan Iangsung memukul Leo berulang kali. Menyusul tersangka LOR yang langsung melakukan pemukulan menggunakan kayu hingga mengakibatkan kepala Leo mengeluarkan darah. SeteIah itu korban diikat di tiang dengan rantai besi dan masih mengalami pemukulan beberapa kali dan ditendang.

Aksi itu baru berhenti setelah unit patroli Polsek Mimika Baru tiba di lokasi kejadian. Leo pun kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis. (Salma) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment