Realisasi Penerimaan Pajak Biak Rp 51 Miliar

Bagikan Bagikan
Kepala Kantor Pajak Pratama Biak Kadek Satria Wibawa.(Foto-Istimewa)

SAPA (BIAK) - Realisasi penerimaan pembayaran pajak di Kantor Pajak Pratama (KPP) Kabupaten Biak Numfor, Papua hingga November 2018 telah mencapai sebesar Rp 51 miliar atau 30 persen dari target.

"Secara umum penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Biak meliputi enam kabupaten terus digenjot hingga mencapai target penerimaan tahun 2018 sebesar Rp 751 miliar," kata Kepala Kantor Pajak Pratama Biak Kadek Satria Wibawa di Biak, Jumat (9/11).

Kadek mengakui belum tercapainya penerimaan pajak di KPP Biak dikarenakan masih adanya tunggakan pembayaran anggaran proyek dari pemkab Biak Numfor kepada rekanan sehingga berdampak juga dalam penyetoran pajak.

Ia berharap adanya kesepakatan pemkab Biak Numfor dengan mitra usaha dalam penyelesaian tunggakan pembayaran pekerjaan proyek tahun 2016-2017 agar dapat mendongrak penerimaan pajak daerah.

"Masih ada harapan jumlah penerimaan pembayaran pajak di wilayah KPP Biak dapat bertambah hingga akhir tahun anggaran ditutup Desember 2018," kata Kadek.

 Menyinggung kesadaran wajib pajak dalam melaporkan pembayaran pajak, menurut Kadek, dari data yang ada masih perlu ditingkatkan lagi karena adanya berbagai faktor non teknis yang harus dihadapi wajib pajak.

"Salah satunya karena ada proses pembayaran uang proyek yang dialami pengusaha wajib pajak terlambat sehingga berdampak dengan pembayaran pajak,"ujar Kadek seusai membuka sosialisasi pajak di sekolah SMA Negeri 2 Biak.

Kadek berharap adanya kesadaran wajib pajak melunasi tunggakan pajak yang harus dibayar kepada negara melalui KP Biak Numfor.

"Uang hasil pembayaran pajak akan digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan di seluruh Indonesia, seperti membangun jalan, rumah sakit, jembatan, rumah layak huni, air bersih, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya," ungkap Kadek.

Data KPP Biak jenis penerimaan pajak daerah yang paling menonjol diantaranya pajak penghasilan pegawai, karyawan perusahaan serta pajak pertambahan nilai. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment