Tukang Ojek di Kwamki Narama Dibunuh OTK

Bagikan Bagikan
Jenazah korban hendak di evakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Seorang tukang ojek meninggal dunia setelah dianiaya orang tak dikenal (OTK) di Jalan Freeport Lama, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, Kamis (1/11) menggunakan benda tajam. Atas kejadian ini, korban mengalmi sejumlah luka robek pada bagian kepala dan leher. Kepolisian kini sedang melakukan pendalaman untuk selanjutnya mengejar pelaku pembunuhan tersebut.

Informasi yang dihimpun Salam Papua di lokasi kejadian menerangkan, beberapa keterangan dari rekan korban, Syawal, yang juga tukang ojek, mengatakan bahwa sempat melihat korban yang bernama Amran (31) mengangkut seorang penumpang. Di duga, penumpang tersebut merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban, sebab disekitar lokasi kejadian tidak terlihat orang lain.

Saksi Syawal yang juga rekan satu pangkalan korban di Kwamki Narama mengatakan, sebelum kejadian sempat ada warga yang melintas dengan sepeda motor menyampaikan agar berbalik arah, tidak melewati jalur yang menjadi lokasi kejadian pembunuhan ini.

Saat itu, setelah mendapat penyampaian itu, Syawal berbalik arah lalu berpapasan dengan korban. Saat berpapasan Syawal sempat memberikan isyarat kepada korban untuk berbalik arah, namun korban tidak menuruti isyarat itu dan justru menuju seseorang yang diduga pelaku itu. Menurut Syawal, korban menuju terduga pelaku karena di panggil, di sangka penumpang.

“Karena tadi sempat ada masyarakat lewat, suruh jangan lewat situ. Tapi dia ini terus jalan. Saya tahunya dia mau ambil itu orang,” terang Syawal.

Syawal pun sempat mengungkapkan ciri-ciri terduga pelaku yang merupakan warga pribumi dengan postur tubuh kecil (kurus) dan pendek.

Selain itu, Syawal pun menduga kalau pembunuhan ini sudah direncanakan. Sebab, menurut dia, jika pelaku hanya satu orang kemungkinan saja korban bisa melakukan perlawanan.

Sementara itu, Kapolsek Mimika Baru, AKP Ida Wayramra saat dikonfirmasi terkait peritiwa ini mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan ini.

“Pelaku sekarang masih lidik. Sementara masih kita dalami keterangan dari rekan-rekan ojek yang tadi sama degan almarhum. Kami belum tahu pasti siapa,” ujar AKP Ida.

Namun, menurut AKP Ida, sesuai dari pengamatan saksi, pelaku diduga satu orang. Tetapi itu belum dapat dipastikan juga apakah yang bersangkutan (terduga pelaku) benar yang melakukan pembunuhan itu atau bukan.

“Tadi dari keterangan ini, dia (saksi) tahunya masyarakat mau ojek. Tapi soal di hutan ada orang lain, itu kami belum tahu. Yang jelas, yang nampak tadi cuma satu orang, inipun kita belum tahu, apakah dia atau bukan,” kata AKP Ida.

Atas peristiwa pembunuhan ini, para tukang ojek yang merupakan rekan-rekan almarhum mengambil sikap dengan menghetikan pelayanan mengantar penumpang ke wilayah Kwamki Narama hingga ada kejelasan siapa pelaku pembunuhan ini, atau setelah pelaku berhasil ditangkap. Dan dari pantauan Salam Papua pada Kamis sore hingga malam, ratusan tukang ojek melakukan aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap pembunuhan rekan mereka. Mereka berkumpul dibundaran Check Point (CP) 28. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment