Ada Tujuh Lahan Bermasalah yang Sudah Sah Bersertifikat Milik Pemkab

Bagikan Bagikan
Ketua TP4D Kejari Mimika, Yasozisokhi  Zebua, SH.

SAPA (TIMIKA) – Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejakasaan Negeri (Kejari) Mimika, Yasozisokhi Zebua mengaku bahwa, berdasarkan identifikasi terhadap tujuh titik lahan yang selama ini bermasalah, ternyata sudah sah bersertifikat dan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Sejak dikawal TP4D, lahan pada tujuh titik tersebut telah dikeluarkan Legal Opinion (LO), sehingga saat ini masih menunggu keputusan Pemkab Mimika untuk menyikapi penyelesaian lahan-lahan tersebut.

“Memang dari hasil identifikasi menemukan ada lahan-lahan yang belum dibayar. Tapi hanya sebagian saja. Sedangkan yang lainnya sudah sah menjadi milik Pemkab Mimika. lahan-lahan itu secara hukum telah menjadi milik pemkab. Sebaliknya, masyarakat yang mengklaim itu tidak memiliki dasar hukum,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kejari Mimika, Jalan Agimuga-Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Jumat (7/12).

Ia mengatakan, meski ada oknum yang masih mengklaim kepemilikan lahan tersebut dan telah beberapa kali mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi (PT). Namun setelah ada upaya-upaya dan menarik kembali kasasi yang diajukan, akhirnya dinyatakan inkrach dan dimenangkan oleh Pemkab Mimika.

“Nah, yang dipegang oleh masyarakat atau oknum yang mengklaim itu ialah omongan untuk menarik kembali kasasi mereka itu. Masyarakat saat ini selalu menuntut bahwa mana yang pemerintah janjikan itu. Tapi masalahnya ialah omongan atau janji itu dari pimpinan daerah  yang menjabat jauh sebelumnya, bukan yang sekarang menjabat,” tuturnya.

Karena itu, menurut dia, disetiap pertemuan bersama pemkab, TP4D selalu menekankan agar pemkab tidak membangun diatas lahan yang belum dibebaskan secara hukum.

Selanjutnya, Yasozisokhi juga menjelaskan kalau tahun 2018 ini tidak ada kegiatan pembebasan lahan. Meski begitu ada yang telah direncanakan untuk dilakukan pembebasan, seperti misalnya untuk pelebaran Jalan Cenderawasih. Akan tetapi itu tidak bisa dilakukan karena terdapat hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan pembayaran. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment