Antisipasi Kebutuhan BBM dan LPG, Pertamina Bentuk Satgas

Bagikan Bagikan
Pjs Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, Bagja Mahendra. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua melakukan buiId-up stock guna mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG selama Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM dari berbagai produk mengalami peningkatan. Konsumsi Gasoline saat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 63% dibandingkan konsumsi normal, hal itu karena adanya peningkatan aktivitas kendaraan roda 2 dan roda 4. Sedangkan pada produk Gasoil mengalami peningkatan 10,6% dikarenakan adanya antisipasi dari PLN untuk dapat menjaga kestabilan supply untuk pembangkit tenaga diesel yang berada pada wilayah MOR VIII.

Sementara itu Kerosene mengalami kenaikan 55% baik dari konsumsi masyarakat (Operasi pasar) maupun segi industri (IRT). Avtur mengalami kenaikan 93% dikarenakan aktivitas maskapai jadi meningkat. Sedangkan konsumsi LPG mengalami kenaikan stok 2.396 dikarenakan konsumsi baik restoran dan perhotelan meningkat menjelang libur Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Untuk menjalankan tugas pengamanan stok dan memastikan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Pertamina MOR VIII membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG pada 29 November 2018, atau dua pekan lebih awal dibandingkan pembentukan satgas yang sama tahun lalu.

“Satgas telah mulai berkoordinasi sejak dibentuk, dan akan berakhir pada tanggal 8 Januari 2019,” ujar Pjs Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, Bagja Mahendra dalam keterangan persnya, Selasa (16/12).

Pertamina akan memastikan seluruh terminal BBM beroperasi selama periode Satgas, memastikan kehandalan sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM di seluruh lokasi, dan memonitor stok BBM dan LPG di seluruh wilayah dengan sistem komputerisasi (Sistem lnformasi Management Supply & Distribution). Serta menyiapkan 20 mobil tangki industri standby untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan overtime mobil tangki reguler untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengiriman BBM.

Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah tonase (kapasitas muat) kapal menjadi 20 unit, dan menaikkan ketahanan stok di TBBM MOR VIII, Gasolin sebesar 9%, Gasoil sebesar 15%, Kerosene 15% dan Avtur 10%.

Sementara itu, untuk ketahanan pasokan LPG, Pertamina melakukan buiId-up stock dan menambah alokasi LPG non PSO sekitar 10-15%, serta memonitor pengiriman dari supply point dan stock in transit (dari supply point ke agen).

“Pertamina juga tetap mengoperasikan Agen dan Pangkalan pada periode Satgas untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan sesuai kebutuhan. Pertamina menunjuk 14 agen dan 42 pangkalan siaga dan memaksimalkan SPBU sebagai etalase dan stabilisator harga Elpiji 12 kg dan Bright Gas 5,5 kg untuk kebutuhan LPG rumah tangga di periode natal dan tahun baru,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga bekerjasama dengan bank persepsi untuk tetap memberikan layanan selama periode libur natal dan tahun baru, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri dan Hiswana Migas untuk kelancaran di periode Satgas.

“Selain itu, Pertamina mempersiapkan sarana fire & safety dimasing-masing lokasi untuk mengantisipasi semarakya kembang api pada saat malam tahun baru 2019. Dan memastikan kepatuhan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environtment) agar proses penyaluran BBM dan LPG selama periode Satgas berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment