Diperkenan Allah

Bagikan Bagikan
Tajuk Salm Papua
Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."  (Markus 1:-11)

TAMPILNYA Yesus di dunia ini dari awal hingga akhir memperlihatkan kesederhanaan. Tempat lahir yang tidak layak, kehidupan-Nya yang bersahaja, hingga kematian yang tidak sepantasnya. Kata kesederhanaan dalam hal ini dapat diartikan sebagai pengurbanan yang mulia. Selaku Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, hidup layaknya manusia, tahu dan mengalami kesusahan hidup juga seperti manusia.

Yang membedakan Yesus dengan manusia lainnya adalah ketika Yesus dibaptis, maka terkoyaklah langit dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya (10-11). Tentunya sepanjang sejarah Yohanes Pembaptis membaptis setiap orang yang datang kepadanya tidak pernah terjadi hal demikian. Dan hingga kini juga tidak pernah ada yang demikian.

Allah berkenan mengutus anak-Nya yang tunggal untuk melakukan misi penyelamatan dunia, yaitu orang yang percaya kepada-Nya. Allah berkenan terhadap kerendahan hati-Nya yang rela dibaptis oleh manusia yang penuh kelemahan dan ketidaklayakan. Yohanes Pembaptis pun mengakuinya di hadapan Yesus. "Jangan Engkau yang dibaptis, karena akulah yang seharusnya dibaptis oleh Engkau." Tetapi, Yesus menjawab: "Biarlah kita melakukannya untuk menggenapkan firman Allah."

Dengan demikian, Allah Bapa berkenan akan setiap hal yang akan dikerjakan Yesus di dunia ini. Perkenanan Bapa kepada anak-Nya menjadi contoh bagi kita yang mengaku bahwa Yesus adalah guru mulia dan Tuhan kita. Dalam kehidupan kita, dalam hal apakah Allah berkenan kepada kita? Salah satunya adalah kerendahan hati. Sebagaimana Yesus Orang Nazaret kita perlu memperlihatkan kerendahan hati dalam setiap pikiran, tutur kata, dan tindakan.

Merendahkan hati bukanlah perkara mudah. Begitu banyak tantangannya. Ego sering mendorong manusia untuk menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain. Marilah kita kembali belajar seperti Kristus untuk mencari dan mewujudkan kehendak Allah dalam setiap keadaan. Itulah yang diperkenan Allah dari umat pilihan-Nya! [Sth]
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment