Insan PUPR Biak Dituntut Menjadi Manager Infrasruktur

Bagikan Bagikan
ASN Biak mengikuti peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-73.(Foto-Antara)

SAPA (BIAK) - Seluruh pejabat dan insan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Biak Numfor, Papua dituntut untuk mampu menjadi manager infrastruktur untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dengan tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat manfaat.

"Harus ada kesinambungan program pembangunan sehingga secara bertahap upaya pemerataan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana," ungkap Pelaksana harian Sekretaris Daerah Biak Andarias Franky Lameky pada peringatan hari bhakti pekerjaan umum ke-73, Senin (3/12).

Plh Sekda Andarias Lameky mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur hanya dapat dilakukan dengan dukungan hasil riset dan teknologi modern, sehingga dihasilkan infrastruktur yang lebih berkualitas, lebih cepat, dan lebih murah.

Infrastruktur yang dibangun, menurut Andarias Lameky, tidak lagi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar namun harus ditujukan untuk mendorong peningkatan daya saing bangsa ini.

Untuk itu semua pelaksanaan pembangunan infsrasruktur, menurut Plh Sekda Andarias Laemky, harus didasarkan atas proses pemrograman yang terencana dengan baik dan kepemimpinan yang kuat.

Sebagai ilustrasi, lanjut Andarias Lameky, pemerataan pembangunan tidak bisa dilakukan secara sekaligus karena hanya akan membangun infrastruktur kecil-kecil yang tersebar dan tidak saling bersinergi, sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan.

"Momentum peringatan hari bhakti Pekerjaan Umum 3 Desember menjadi komitmen jajaran Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, " ungkap Plh Sekda Andarias Lameky saat membacakan amanat Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono.
Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) pada tahun 2019, menurut Plh Sekda Andarias, diberikan amanah alokasi anggaran sebesar Rp110,7 Triliun yang merupakan alokasi terbesar dari seluruh Kementerian/Lembaga.

"Kementerian PUPR juga mendapat amanah tambahan untuk mendukung misi penguatan SDM dan perekonomian masyarakat melalui pembangunan sekolah, perguruan tinggi, madrasah, serta pasar induk regional,"ungkap Basuki Hadimuljono.
 Peringatan hati bhakti PU ke-73, menurut Andraias Lameky, untuk mengenang peristiwa yang telah membuat tujuh orang pegawai PU gugur dalam tugas, yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo Soebengat, Ranu, dan Soerjono yang selanjutnya kini kita kenal sebagai Pahlawan Sapta Taruna.

Kekompakan dan semangat juang yan luar biasa dari Pahlawan Sapta Taruna tersebut selalu menjadi inspirasi setiap insan PUPR dalam menjalankan tugas, khususnya pada saat ini dimana pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas dalam rangka mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.

Peringatan hari bhakti Pekerjaan Umum ke-73 Kabupaten Biak Numfor ditandai dengan upacara pengibaran bendera merah putih di kantor Bupati Biak mengangkat tema Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa". (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment