Ketua DPRP Minta TNI-Polri Ditarik dari Nduga

Bagikan Bagikan
Ketua DPRP Yunus Wonda.(Foto-Beritasatu)

SAPA (JAYAPURA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda meminta pimpinan TNI dan Polri segera menarik anggotanya di Kabupaten Nduga menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

"Atas nama DPRP saya, menyampaikan seruan kami kepada Presiden Jokowi, Panglima TNI dan Polri serta jajarannya baik di pusat dan daerah, buatlah kami tenang untuk memasuki perayaan Natal. Kami minta agar pasukan TNI dan Polri ditarik dari Nduga," katanya di Kota Jayapura, Papua, Kamis (20/12).

Menurut dia, peristiwa kekerasan di Enarotali, Kabupaten Paniai pada Desember 4 tahun silam masih membekas dibenak warga Papua, sehingga berkaitan dengan persoalan di Nduga, hal itupun membuat warga takut.

"Berilah kami waktu untuk merayakan Natal, hari yang besar bagi umat Nasrani untuk menyambut hari yang indah di Papua, di seluruh dunia. Kami ingin merayakan Natal dengan aman, nyaman, damai dan suka cita bersama anak dan keluarga kami," katanya.

Dengan menarik personil TNI dan Polri di Nduga, maka warga yang lari ke hutan, kata dia, bisa kembali berkumpul untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di rumahnya masing-masing.

"Sehingga kami bisa beribadah, tidak dengan rasa takut. Saya juga minta kepada Pangdam dam Kapolda Papua untuk ciptakan rasa aman dan damai di bulan Desember, buatlah kami damai diatas tanah dan negeri kami, nyaman diatas negeri Indonesia," katanya.

Dia berharap persoalan Nduga tidak melebar, sehingga tidak terjadi gesekan antara aparat keamanan dan warga.

"Mari kita sama-sama menjaga kedamaian dan suka cita. Selamat Natal dan Tahun Baru," katanya.

Mengenai kasus Nduga, Yunus meyakini bahwa para pelaku kekerasan sudah pasti telah meninggalkan daerah itu setelah melakukan aksi yang tidak terpuji.

"Tentunya kami juga berharap, agar pelaku kekerasan juga tidak melakukan hal yang sama," katanya. (Antara) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment