KKSB Masih Kuasai Lokasi Jenazah Pekerja Jembatan

Bagikan Bagikan
Pasukan Brimob dari Timika tiba di Wamena. Pascapenembakan KKB yang diduga menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya.(Foto-Antara)
SAPA (WAMENA) - Komandan Korem 172/Praja Wirayakti (PWY) Kolonel Inf J. B. Parluhutan Sianipar mengatakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) masih menguasai lokasi keberadaan jenazah para pekerja jembatan yang dibunuh di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kita masih berupaya untuk mendekat ke TKP (lokasi kejadian), tempat terjadinya pembunuhan. Sampai hari ini personel kita masih kontak di wilayah ketinggian sebelum TKP, dan kita berupaya untuk merapat ke sana," kata Kolonel Inf Parluhutan Sianipar di Markas Yonif 756/Wimane Sili, di Jayawijaya, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, kontak senjata TNI/Polri melawan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, terjadi lagi pada Rabu yang mengakibatkan beberapa personel mengalami luka-luka. Kontak tembak ini terjadi di Distrik Yal, Kabupaten Nduga. Hingga sore hari, kata Jhonatan Binzar, personel TNI/Polri masih terus mendapat gangguan penembakan dari KKB.

Menurut dia, Rabu pagi, KKSB bergeser ke ketinggian sebelahnya, kemudian mengganggu personel TNI/Polri yang masuk daerah itu untuk mengevakuasi jenazah masyarakat sipil yang dibantai oleh KKSB.

Danrem mengatakan bahwa personel terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa masuk ke lokasi evakuasi.

"Pasukan masih dapat gangguan dari kelompok tersebut. Mudah-mudahan rekan-rekan kita di depan bisa mengatasi itu segera," katanya.

Kendala yang dihadapi personel saat melawan KKSB, menurut dia adalah sulitnya medan dan faktor cuaca yang berkabut.

"Jadi, faktor cuaca dan medan. Memang sudah ada tim kita yang sudah berada di sekitar TKP. Akan tetapi, yang disiapkan untuk evakuasi belum mendekat ke sana," katanya.
Ia mengatakan pasukan yang melakukan evakuasi jenazah para pekerja jembatan itu telah diperkuat dengan personel dari Batalyon 756/WMS, yang menempati Pos 755/Yalet di Pos Mbua, distrik yang bertetangga dengan Distrik Yall tempat pembunuhan massal itu.

Berdasarkan pantauan Antara, sekitar 15 personel TNI dimobilisasi pada Rabu sore dengan helikopter milik TNI dari Yonif 756/WMS dan dipimpin oleh Komandan Yonif 756/WMS Mayor Inf Arif Budi Situmeang.

Parluhutan mengatakan secara kasat mata, anggota KKSB yang terus memberikan perlawanan atau gangguan berjumlah puluhan orang.

"Kalau kami hitung, kekuatan senjata mereka sekitar 20. Itu kasat mata dan mereka berpindah-pindah karena mereka menguasai medan," katanya.

Ia mengatakan KKSB memang merencanakan jebakan kepada aparat TNI/Polri yang hendak masuk ke lokasi pembunuhan warga sipil, namun personel sudah mengetahui hal tersebut.

"Mereka sudah merencanakan untuk memancing aparat kita untuk masuk ke sana, oleh karena itu kita harus hati-hati untuk mengantisipasi jatuh korban di kalangan aparat (TNI-Polri)," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment