Mimika Urutan 4 HIV AIDS di Papua

Bagikan Bagikan
drg Aloysius Giay Kadinkes Papua.(Foto-Istimewa)

SAPA (JAYAPURA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyebutkan jumlah kasus HIV-AIDS tertinggi di provinsi tersebut tersebar di empat kabupaten/kota.

Kepala Dinkes Papua, Aloysius Giyai di Jayapura, Minggu (2/12), mengemukakan berdasarkan data jumlah kasus HIV-AIDS per 30 September 2018, Nabire menempati urutan tertinggi pertama, urutan kedua Kota Jayapura, ketiga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan urutan keempat Kota Timika, Kabupaten Mimika.

"Dari data yang diperoleh, hingga 30 September 2018 jumlah kasus HIV-AIDS di Nabire sebanyak 7.240 kasus," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, tercatat 4.559 kasus AIDS di Nabire, selanjutnya 2.681 kasus HIV. Warga Nabire yang meninggal karena HIV- AIDS sebanyak 321 orang.

Aloysius mengatakan, Kota Jayapura menempati urutan kedua dengan jumlah kasus HIV-AIDS sebanyak 6.189 kasus. Tercatat 4.213 kasus AIDS dan 1.979 kasus HIV. Warga Kota Jayapura yang meninggal karena HIV- AIDS sebanyak 185 orang.

Selanjutnya, urutan tertinggi ketiga kasus HIV- AIDS di Papua yakni di Kabupaten Jayawijaya dengan jumlah kasus 5.964 kasus. Dengan perincian, 4.245 kasus AIDS  dan 1.719 kasus HIV. Warga Jayawijaya yang meninggal karena HIV- AIDS tercatat 416 orang.

Kemudian, urutan tertinggi keempat kasus HIV - AIDS di Papua yakni Kabupaten Mimika dengan 5.670 kasus, terdiri dari 2.726 kasus HIV  dan 2.944 kasus AIDS.

"Warga Mimika yang meninggal karena terkena penyakit HIV/AIDS sebanyak 170 orang," tambah mantan Direktur RSUD Abepura ini.

Sementara dari Manokwari dilaporkan, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan kasus HIV-AIDS di daerah tersebut sudah cukup menyedihkan.

"Jumlah masyarakat yang terindikasi mengidap HIV dan AIDS meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi masalah kita bersama, dan harus mencegah agar keluarga kita tidak ada yang kena," katanya, di Manokwari, Minggu (2/12).

Ia mengungkapkan, data terbaru per Juli 2018 jumlah kasus HIV dan AIDS sudah mencapai 7.234. Dari data tersebut 838 diantaranya meninggal karena tidak dapat tertolong lagi.

Dari 13 kabupaten/kota di daerah tersebut, Kota Sorong menduduki peringkat pertama dalam jumlah kasus. Disusul Manokwari dan Kabupaten Sorong.

"Kota Sorong 2.366 kasus, di mana 261 diantaranya meninggal, Manokwari 1833, meninggal 133 orang dan Kabupatan Sorong 1072 dan 299 diantaranya meninggal," ujar Gubernur Mandacan.

Ia mengajak, seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut berani memeriksakan diri. Hal ini untuk mengetahui statusnya agar dapat dilakukan pengobatan sebelum lebih parah.

"Saya sudah tes darah, saya harap kedepan pemeriksaan bisa dilakukan di seluruh kantor OPD," kata Gubernur Mandacan.

Ia menyatakan, dari kasus yang selama ini ditemukan Dinas Kesehatan serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), virus HIV dan AIDS bisa menjamah setiap kalangan. Kelompok yang tidak beresiko seperti ibu rumah tangga dan anak-anak pun bisa mengidap kasus ini.

"Ternyata pengidap HIV dan AID merupakan kelompok produktif. Ibu rumah tangga dan anak-anak pun kena, padahal mereka bukaN kelompok beresiko, ini yang membuat kita sedih. Mereka menerima dampak penularan dari dosa siapa," tandas Gubernur.

Ia mengimbau para suami menerapkan pola hidup sehat dan tidak berganti-ganti pasangan. Hal ini sebagai salah satu cara ampuh mencegah penularan HIV-AIDS di lingkungan keluarga. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat... Terus di tingkatkan..... Agar mendeteksi dini.... Semua yang berkaitan dgn perilaku

    ReplyDelete