Wakapolri Gelar Pertemuan Tertutup di Timika

Bagikan Bagikan
Wakapolri tiba dengan pesawat di Bandara Mozes Kilangin Timika.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Pasca pembunuhan sadis yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap 31 pekerja proyek PT Istaka Karya perbatasan Wamena-Nduga Papua yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Senin (3/12) malam,  Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menggelar pertemuan tertutup dengan TNI dan Polri di Timika, Selasa (4/12).

Wakapolri yang tiba dengan pesawat di Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 09.30 WIT, enggan memberikan keterangan kepada media dan langsung menuju Rimba Papua Hotel,  selanjutnya menuju Distrik Tembagapura.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol  Achmad Mustofa Kamal ketika ditemui wartawan di bilangan Jalan Cenderawasih. Selasa (4/12) pagi mengatakan, Polda Papua mengerahkan 2 SST (Satuan Setingkat Ton atau Pleton) pasukan gabungan TNI dan Polri untuk mengejar KKB, para pelaku pembunuhan sadis itu. Sebanyak 17 personil dan unit Satgas Papua (Nemangkawi)  juga dikerahkan guna membantu proses evakuasi para korban dan pengejaran para pelaku pembantaian.

 “Sudah siap 2 pleton pasukan untuk menuju ke TKP, mudah-mudahan bisa evakuasi dan langsung pengejaran,” kata Kamal.

Kamal mengatakan, pelaku pembantaian itu adala KKB wilayah Nduga Wamena yang juga pernah melakukan penembakan terhadap pesawat Trigana Air dan membantai tiga warga sipil serta bocah yang masih berumur 9 tahun  di Nduga pada 25 Juni 2018 lalu.

“Hingga hari ini (kemarin – red) para korban belum bisa di evakuasi karena jalan menuju TKP masih di palang dengan pohon-pohon oleh para pelaku,” katanya.

Menurut Kamal, KKB Papua awalnya membunuh 24 pekerja proyek. Sedangkan 8 pekerja proyek lainnya melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat.

“Delapan orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh. Tujuh orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri,” katanya.

Kabid Humas Polda Papuaitu,  mewakili Kepolisian Daerah Papua turut berduka cita atas meninggalnya para korban dan mengecam tindakan biadab yang tidak manusiawi  tersebut. KKB sering melakukan tindakan tidak manusiawi sebelum Pilkada, penyanderaan terhadap para guru dan tenaga kesehatan di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga.

“Para pekerja tersebut membangun jembatan untuk menghubungkan suatu daerah guna memperlancar transportasi dan pembangunan, namun karena aksi tidak manusiawi KKB tersebut pembangunan jembatan menjadi terhambat,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan siaran pers yang diterima, pada hari Senin 03 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT telah diperoleh informasi dari masyarakat  bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek terjadi pada Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Sebelumnya pada Sabtu tanggal 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi, Cahyo mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni selaku Koordinator lapangan pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi, tapi Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut. Dimana, ia tak bisa memastikan apakah orang yang meneleponnya adalah Jhoni.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi, Jhoni terakhir kali berkomunikasi dengan PPK Satker PJN IV PU Bina Marga, Minang Tobing, pada tanggal 30 November 2018.

Sementara itu, informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena bahwa tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat satu mobil ran strada dengan supir MS  membawa muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT tercatat 2 mobil  menuju ke Camp Distrik  Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT satu mobil Strada kembali ke Wamena dan pada Senin tanggal 3 Desember 2018, satu mobil strada dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

Dari informasi tersebut, satu mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena. Mendapat informasi tersebut pada Senin tanggal 3 Desember 2018 pukul 15.30 Wit, personil gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP  RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga, namun saat tiba di kilo meter 46 , tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di bolkir oleh KKB. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment