Amungme Rencanakan Musyawarah Besar Satukan Dualisme Lemasa

Bagikan Bagikan
Pertemuan guna membahas dualisme Lemasa untuk kembali bersatu. (Foto- Jefri Maneha)

SAPA (TIMIKA) – Masyarakat adat suku Amungme berencana menggelar musyawarah besar untuk menyatukan kembali dualisme yang terjadi pada Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa). Di mana, Lemasa saat ini terpecah menjadi dua kelompok yang masing-masingnya diketuai oleh Nerius Katagame dan Odizeus Beanal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum MoU 2000 dari suku Amungme, Yosep Yopi Kilangin saat membuka forum untuk membahas rencana ini di Aula Babaigo, Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih, Jumat (25/01).

Yopi mengatakan, adanya dualisme pada lembaga adat menyebabkan kebutuhan dan kepetingan masyarakat adat menjadi susah, bahkan semakin rumit untuk dilakukan.

“Terpecahnya Lemasa menjadi masalah bagi kami juga, dan bukan saja kami, namun banyak orang yang punya kepentingan yang berhubungan dengan masalah adat, tanah, dan konflik-konflik yang ada dan itu bermasalah. Dan hal tersebut menjadi kehilangan kepercayaan masyarakat karena adanya dualisme ini. Dualisme ini sulit untuk menjadi satu,” ungkap Yopi.

Yopi berharap, gagasan untuk mencari jalan keluar satukan dualisme Lemasa menjadi satu kesatuan yang utuh, yakni menjadi Lemasa yang satu, dapat terwujud.

“Melihat akan akan semrawutnya keadaan ini, sehingga saya memberanikan diri untuk menjadi penengah agar lembaga adat ini kembali menjadi satu, dengan mengundang kedua kelompok ini untuk kembali duduk bersama dan membicarakan jalan terbaik. Dan tentunya hal ini juga menjadi kemauan besar masyarakat Amugme untuk memperbaikinya,” katanya.

Dalam forum yang digelar di Aula Babaigo, Keuskupan Timika tersebut, turut dihadiri para tokoh penting adat dari suku Amugme.

Selanjutnya, kata Yopi, dari hasil yang dibicarakan dalam forum bahwa akan digelar musyawarah besar bagi masyarakat suku Amungme. Dan tentunya dalam musyawarah itu akan mencari jalan bagaimana Lemasa kembali bersatu dalam waktu dekat. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment