Bupati Jayawijaya Usul Sebagian Dana Kampung Untuk Spiritual

Bagikan Bagikan
Bupati Jayawijaya John R Banua .(Foto-Antara)

SAPA (WAMENA) - Bupati Jayawijaya John Richard Banua mengusulkan sebagian dana alokasi kampung (DAK) yang diterima untuk peningkatan nilai-nilai spiritual sesuai kepercayaan masing-masing.

"Saat ini ada masyarakat yang hendak membangun gedung gereja, dan melalui DAK yang diterima, bisa dialokasikan separuh untuk pembangunan tersebut," kata John Richard di Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (26/1).

Ia mencontohkan pada rencana pembangunan Gedung Gereja Khatolik di Kampung Yiwika, Distrik Wadangku, sudah diusulkan agar warga lima kampung saling membantu dengan mengalokasikan Rp70 juta per kampung dari DAK yang diterima.

"Kita akan membangun tiga gereja secara bertahap. Mungkin tahun ini gereja Khatolik Yiwika lebih dahulu (dengan bantuan Rp70 juta per-kampung), selanjutnya pada tahun depan pembangunan Gereja Kingmi dan tahun berikutnya lagi GKI, dengan menggunakan dana desa," katanya.

Bupati mengatakan usulan itu sudah disetujui kepala kampung dan masyarakat, sehingga setiap tahun, lima kampung di Wadangku akan mengalokasikan Rp70 juta untuk pembangunan gedung gereja.

"Kita intervensi begini agar program pembangunan tempat ibadah bisa diakomodir oleh kampung sendiri secara bertahap. Kalau ada kekurangan itu bisa dilimpahkan ke pemda yang menyelesaikan," katanya.

Sebelumnya pada kunjungan kerja bupati dan wakil ke Distrik Silo Sukarno Doga, juga disampaikan agar kepala kampung wajib mengalokasikan enam persen DAK untuk bidang kesehatan.

"Saya mau kepala kampung memberikan dana enam persen dari dana desa untuk petugas puskesmas, agar mereka menyediakan makanan tambahan bagi anak-anak atau penambahan gizi," katanya.

Selain enam persen untuk kesehatan, bupati juga mewajibkan pengalokasian 10 persen DAK untuk sektor pendidikan.

"10 persen ini bisa digunakan untuk membantu adik-adik kita yang kuliah. Jadi saya harap kepala-kepala kampung harus bantu, karena di dalam dana kampung ada untuk pendidikan," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment