Bupati Manokwari Bantah Mengamuk di Klub Malam

Bagikan Bagikan
Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.(Foto-Kabarpapua)
SAPA (JAKARTA) - Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, angkat bicara terkait tudingan terhadap dirinya yang dianggap mengamuk di sebuah klub malam di Kota Makassar, pada Sabtu (5/1).

Merasa tak sesuai kenyataan, Demas akan menempuh jalur hukum untuk mengusut oknum yang telah mencemarkan nama baiknya tersebut.

Sebelumnya, beredar rekaman seorang pria yang diduga salah satu bupati di Papua, mengamuk dan menghajar para pemain musik di Klub Gravity Sky Lounge Swiss-Belhotel, Kota Makassar. Rekaman segera beredar luas di media sosial dengan menyebut oknum pria tersebut sedang dipengaruhi minuman keras.

Fakta lengkap dari kasus tersebut berupa video seorang pria mengamuk di Makassar menjadi viral Ilustrasi media sosial. Dalam video yang menjadi vrial tersebut tampak seorang pria berbadan kekar mengamuk di panggung dan memukuli para pemain musik di klub malam Sky Lounge, Hotel Swiss Bell di Kota Makassar, pada Sabtu (5/1).

Selain memukul pemain band, pria tersebut tampak merusak alat musik yang ada di panggung. Sejumlah petugas keamanan hotel segera melerai dan mengamankan pria tersebut. Setelah diusut, pria yang diduga seorang bupati di Papua tersebut marah karena permintaan lagu request-nya tak dimainkan oleh para pemain musik. Video rekaman tersebut diambil oleh salah satu pengunjung di klub malam tersebut.

“Sudah kami periksa sejumlah saksi dan korban terkait keributan itu. Dari keterangan sejumlah saksi, ada seseorang pengunjung live music di Gravity Swiss Bell yang tidak puas karena ada lagu yang dipesan tidak bisa dinyanyikan oleh penyanyi," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (6/1)

Polisi masih selidiki profesi status pria yang mengamuk. Terkait dugaan pelaku adalah seorang bupati di Papua, Dicky meminta semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, identitas pelaku belum diketahui dan masih diselidiki oleh aparat kepolisian.

“Kami belum tahu status pengunjung yang mengamuk tadi malam di Swiss Bell. Kami tunggu hasil lidik Polsek Ujung Pandang. Tolong semua pihak menjunjung asas praduga tak bersalah. Kalau sudah jelas siapa pelakunya, akan kita release,” katanya.

Sementara itu, Dicky menjelaskan, penyanyi dan pemain keyboard langsung membuat laporan ke polisi atas dugaan penganiayaan.

"Pengunjung ini marah-marah dengan memukul penyanyi perempuan dan pemain keyboard. Setelah itu, pelaku melarikan diri. Penyanyi melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke Polsek Unjung Pandang. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (6/1).

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, saat menggelar jumpa pers di kediamannya di Bumi Marina Asri, Manokwari, Minggu (6/1), membantah tuduhan terhadap dirinya yang terlibat keributan di Klub Gravity Sky Lounge Swiss-Belhotel, Makassar, Minggu (1/6) dini hari.

Demas justru merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh pelaku yang menyebar video tersebut. Dirinya akan melaporkan hal tersebut ke Polda Papua Barat. “Ada berita seperti ini saya juga kaget. Saya sendiri pada Minggu dini hari tidak di Makassar. Saya memang berangkat dari Jakarta-Sorong dan langsung Manokwari,” kata Demas dalam jumpa pers bersama wartawan di Manokwari, Minggu sore.
  
Demas mengatakan, selama ini dirinya tidak pernah mengonsumsi minuman beralkohol ataupun menghabiskan waktu di ruang karaoke.

“Merokok saja saya tidak pernah. Jadi, kejadian ini saya merasa aneh. Atas kejadian ini, tim saya lagi menelusuri dan akan segera melapor ke polisi sehingga pelakunya dapat agar segera ditindak, sebagai bentuk efek jera untuk tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

 “Saya harap, penyebarnya dapat segera ditangkap agar persoalan ini bisa jelas karena berita ini sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Beberapa rekan saya sempat menelepon menanyakan masalah ini,” katanya  menambahkan.

Menurut Demas, rekan-rekannya juga tak percaya video yang viral tersebut adalah dirinya karena lelaki yang mengamuk yang tergambar dalam video tersebut memiliki perawakan rambut botak.

“Mereka yang sudah kenal saya jelas tidak percaya. Namun, bisa saja mereka yang tidak kenal akan percaya dengan caption yang ada di video itu. Jadi, siapa pun yang pertama kali menyebar video ini, dan yang ikut menyebarluaskan lagi, harus bertanggung jawab. Jadi, hari

Senin kuasa hukum saya akan melaporkan kasus ini ke Polda Papua Barat,” ucap dia.

Bupati Manokwari tersebut mengatakan, meski nantinya pihak-pihak terkait melakukan klarifikasi terhadap video tersebut, dirinya tetap akan memproses kasus ini ke ranah hukum.

“Masalah ini tak bisa disepelekan. Ini juga telah beredar digrup IPDN. Bahkan, dari DPP PDI-P telah menghubungi saya dan ini merupakan tahun politik, bisa saja oknum-oknum ini sengaja mau menjatuhkan saya beserta PDI-P. Makanya, kami inginkan semuanya harus jelas,” ujar dia. (Kompas.com)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment