Dikabarkan Tewas Dibantai KKB Nduga, Pendeta Gemin Ternyata Sehat

Bagikan Bagikan
Pendeta Nataniel Tabuni, koordinator Gereja Kingmi wilayah Mbua.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Pendeta Gemin Nirigi, yang dikabarkan ikut tewas dibantai kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga pada Desember 2018 ternyata tidak benar. Sampai saat ini Pendeta Gemin Nigiri masih sehat. 

"Kabar pembunuhan kepada Pendeta Gemin Nirigi dan mayatnya langsung dibakar sama aparat keamanan adalah tidak benar. Kabar tersebut hanyalah isu yang dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Pendeta Nataniel Tabuni melalui Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi di Jayapura, Jumat (11/1).

"Nataniel mengakui kalau dia sudah bertemu dengan Pendeta Gemin Nirigi dan beliau dalam keadaan baik baik saja," katanya.

Dia mengatakan isu pembunuhan terhadap Pendeta Gemin Nigiri itu sengaja dibuat kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Maksud dan tujuannya adalah menunjukkan kepada dunia bahwa Kabupaten Nduga tidak aman.

Pendeta Nataniel Tabuni juga menyampaikan bahwa kondisi saat ini di Nduga sudah normal dan seluruh masyarakat Nduga hidup baik serta kondisi aman setelah terjadinya pembunuhan terhadap 17 orang pekerja jalan Trans-Papua di Mbua.

Sementara itu pihak TNI masih mencari tahu keberadaan Pendeta Gemin Nirigi yang disebut masih sehat. Jika kabar tersebut benar, TNI senang dan ingin bertemu dengan Pendeta Gemin.

"Memang ada informasi kalau Pendeta Gemin Nigiri sampai saat ini masih sehat. Kami sangat senang dan kami ingin bertemu beliau," ujar Kependam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada detikcom di Jayapura, Sabtu (12/1).

Kabar mengenai Pendeta Nataniel Tabuni sudah bertemu Pendeta Gemin diungkapkan oleh Aidi. Menurut Aidi, kabar tersebut ia dapatkan dari grup WhatsApp (WA). Namun sampai hari ini personel TNI juga masih mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

"Jadi informasi saya dapatkan dari WA. Saat saya dikonfirmasi, saya menyatakan bahwa kami sangat senang kalau memang info itu benar. Tetapi kami masih berusaha menghimpun data tentang kebenaran informasi tersebut. Jadi Kapendam tidak pernah mencatut nama Pendeta Natalies Tabuni, mungkin hanya ada salah persepsi," papar Aidi.

Aidi juga membantah jika dikatakan TNI membunuh Pendeta Gemin Nirigi. Dia menegaskan kabar tersebut hoax.

"Itu hal yang tidak benar, karena tidak ada tradisi dalam TNI untuk membakar jenazah. Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi tentang kabar pembunuhan yang dilakukan oleh TNI-Polri terhadap Pendeta Gemin Nirigi yang tidak didasari oleh data dan fakta," ujarnya. (Detik.com)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment