Dua Distrik Pesisir Diduga Terserang Wabah Penyakit

Bagikan Bagikan
 Ilustrasi anak pesisir Mimika.(Foto-Saldi)
*Seorang anak meninggal dunia

SAPA (TIMIKA) - Warga pada dua distrik di Kabupaten Mimika, yakni Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar diduga terserang wabah penyakit yang mirip dengan gejala muntaber. Seorang anak dikabarkan meninggal dunia akibat kejadian ini.

Informasi wabah penyakit yang menyerang warga pada beberapa kampung di dua distrik tersebut diperoleh dari staf di Kantor Distrik Mimika Barat Tengah, Fransisko Waukateyau. Saat dihubungi Salam Papua via telepon, Minggu (6/1), Fransisko mengaku bahwa mendapatkan informasi wabah penyakit menyerang warga terutama anak-anak juga diperoleh dari masyarakat kedua distrik melalui sambungan radio SSB.

"Saya buka radio karena ditelepon rekan-rekan dari Orari, dan mereka juga tahu informasi ini. Masyarakat dari kampung Uta sampaikan anak-anak banyak yang kena wabah penyakit. Tapi kami belum tahu pasti itu penyakit apa, cuma gejalanya panas dingin, mual, muntah-muntah sampai buang air besar," kata Fransisko.

Dalam kondisi terserang kasus atau wabah suatu penyakit yang belum diketahui jenisnya itu, pelayanan pada puskesmas setempat justru tidak maksimal, banyak petugas medis sedang tidak berada di tempat tugas, sehingga hanya beberapa petugas saja. Oleh karena itu pelayanan kepada pasien yang menjadi korban wabah tidak maksimal.

"Pelayanan tidak mampu karena banyak yang korban. Bahkan puskesmas ada yang tutup sampai masyarakat minta kunci untuk buka puskesmas," kata pria yang akrab disapa Sisko itu.

Informasi lainnya, pada Minggu siang terdapat satu orang pasien dalam kondisi kritis yang hendak dibawa menuju Timika. Dikarenakan dalam perjalanan perahu diterjang ombak, pasien tersebut terpaksa dibawa ke puskesmas Amar untuk mendapatkan pertolongan medis sementara. Bahkan sesampai di puskesmas Amar, banyak pasien terutama anak-anak di wilayah itu juga mengalami gejala yang sama.

"Kita belum pastikan penyakitnya apa, cuma dibawah (kampung) gejalanya seperti itu dan sudah jatuh korban satu anak, yang lain ada yang kritis. Sementara di puskesmas Amar sendiri, informasi yang tadi saya terima di radio bahwa pasien anak-anak juga mengalami gejala yang sama," ungkapnya.

Karena itu, Sisko berharap agar tim medis khususnya dari Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan bisa segera turun ke kampung-kampung yang terserang wabah penyakit untuk ditangani.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R. Ubra saat dikonfirmasi Salam Papua pada Minggu malam mengatakan, Senin (7/1) dini hari, tim dari dinas kesehatan dan tim puskesmas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan akan turun ke kampung-kampung yang dikabarkan terserang wabah penyakit. Tim ini selanjutnya akan melakukan investigasi kebenaran kabar ini sekaligus melakukan autopsy verbal masyarakat yang terkena penyakit untuk memastikan kasus apa yang sedang terjadi.

“Jadi apapun masalahnya kami harus bisa pastikan. Toh kalau ada korban, apakah itu karena diare? Jangan-jangan korban meninggal karena kasus lain tapi klaim sebagai kasus ini, kan begitu. Jadi besok petugas akan turun melakukan autopsy verbal, melakukan investigasi di lapangan baru kita bisa tentukan apa ini kejadiannya,” kata Reynold.

Menurut Reynold, sumber informasi terkait hal ini disampaikan oleh pihak distrik, dalam hal ini Fransisko Waukateyau selaku staf distrik yang disaat kejadian sedang berada di kota. Mestinya secara aturan tersebut dapat disampaikan secara administrasi oleh pihak distrik kepada Dinas Kesehatan.

Bahkan, kata Reynold, petugas kesehatan yang dari kampung naik ke kota pada tanggal 5 Januari, mengingat diberlakukan rolling penugasan saat hari raya natal dan tahun baru, tidak menyampaikan adanya suatu kasus yang ditemukan di masyarakat.

“Dan selama mereka ada di sana sampai tanggal 5 Januari, tidak ada kejadian apa-apa. Tiba-tiba ada informasi kaya begini. Kalau penyakit, kalau kita lihat ini berarti kan satu minggu itu, paling cepat tiga hari itu (baru) betul-betul wabah. Tetapi apapun itu, kami tetap merespon itu,” ujarnya. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment