FKUB Mimika Diminta Adil Dalam Mendorong Penutupan Miras

Bagikan Bagikan
Tokoh Masyarakat Amungme, Agustinus Anggaibak Ketika Meminta FKUB doa bersama dipusatkan di Lapangan Timika Indah.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Tokoh masyarakat Amungme, Agustinus Anggaibak meminta kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB ) Kabupaten Mimika untuk adil dan serius dalam mendorong penutupan peredaran minuman keras (miras) beralkohol di Mimika.

Agustinus menyampaikan hal tersebut karena FKUB Mimika hanya mendatangi gudang miras milik salah satu distributor, yakni PT Irian Jaya Sehat (IJS) untuk melakukan doa bersama, dengan berdasarkan pada pencabutan surat rekomendasi penjualan minuman beralkohol.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mencabut rekomendasi penjualan minuman beralkohol golongan A, B dan C milik PT IJS melalui surat Nomor 510/545 tertanggal 31 Juli 2018 perihal Pencabutan Rekomendasi Nomor: 510/1028 tanggal 2 Oktober 2017 tentang Pemberian Persetujuan Kepada Distributor atau "stockist" pemasok minuman beralkohol golongan A, B dan C ke wilayah Kabupaten Mimika.

Agustinus Anggaibak dalam penyampaian didepan para pengurus FKUB Mimika ketika hendak melakukan doa bersama di Gudang PT IJS, Kamis (24/1), mengatakan doa bersama merupakan niat baik  untuk menghilangkan miras dari bumi Mimika. Namun, harus dilakukan terhadap seluruh distributor termasuk Bram Bersaudara.

“Distributor miras tidak hanya disini saja, tetapi ada dua, yakni PT Bram Bersaudara dan Irian Jaya Sehat. Jangan satu pihak diuntungkan dan satunya dirugikan. Keadilan sekarang dimana? Kalau ingin memusnahkan miras demi kenyaman masyarakat Mimika terutama generasi penerus bangsa, saya sangat setuju. Tapi harus dengan tindakan yang besar dan adil,” ujarnya.

Agus juga menegaskan pemusnahan miras tidak dapat dilakukan hanya dengan melakukan doa bersama di gudang PT IJS yang sudah tidak beroperasi karena surat rekomendasi sudah dicabut. Kalau mau melakukan doa bersama dan deklarasi anti miras, maka harus diikuti juga oleh distributor lainnya dengan pimpinan Muspida serta seluruh masyarakat Kabupaten Mimika.

“Undang semua pemasok minuman beralkohol dan solusinya harus terbuka, dipusatkan di Lapangan Timika Indah  dengan menghadirkan Bupati dan para Muspida. Saya harap Bupati Mimika, pemerintah daerah harus berpikir yang benar, kedepan harus berbuat yang lebih besar, tindakan dan aksinya, pemerintah hadir untuk melayalani rakyatnya, bukan hanya satu yang dimuliakan,” ujar Agus.

Ditempat yang sama, menanggapi hal tersebut, Ketua FKUB Mimika yang baru dilantik, Ignatius Adii ketika ditemui Salam Papua mengatakan, pihaknya melakukan hal tersebut dengan niat baik tanpa tujuan lain. Di mana, pihaknya melakukan hal tersebut didasarkan pencabutan surat rekomendasi penjualan minuman beralkohol oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

“Proses itu akan jalan. Kita mau berdoa kalau sudah punya dasar. Petunjuk jelas (Pencabutan surat rekomendasi minuman beralkohol-red), dan akan kita lakukan hal yang sama kepada distributor lainnya. Komitmen kami, ini harus dilakukan terus menerus. Bukan hanya miras tapi narkoba juga. Tuhan akan memberikan jalan jika kita punya niat yang baik dalam hati tanpa punya tujuan lain,” ujarnya.  

Sebelumnya diberitakan (Salam Papua 7 Januari 2019), FKUB Kabupaten Mimika melalui surat Nomor 010/FKUB/B-MMK/I/2019, Perihal : Pernyataan Sikap FKUB tertanggal 3 Januari 2019 yang ditujukan Kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Provinsi Papua di Jayapura menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Bupati Mimika yang menutup PT Irian Jaya Sehat (IJS) dengan mencabut rekomendasi distributor minuman beralkohol milik perusahaan tersebut pada 31 Juli 2018 lalu.

Isi lengkap dari surat tersebut sebagai berikut. Dengan hormat, Bersama ini seluruh pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika beserta Tokoh Agama di Kabupaten Mimika, menyampaikan kepada Kepala Pengadilan PTUN Propinsi Papua bahwa : 

1.      FKUB Kabupaten Mimika mendukung pencabutan rekomendasi penutupan Distributor/stockis PT. Irian Jaya Sehat, dengan Nomor Surat : 510/545 tertanggal 31 Jull 2018. (Terlampir) oleh Bapak Bupati Mimika.

2.      FKUB mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika agar tidak memberikan  ijin kembali kepada Distributor yang telah ditutup.

3.      FKUB Kabupaten Mimika Menyampaikan kepada Bapak Kepala Pengadilan PTUN Propinsi Papua bahwa Distributor yang sudah di Tutup untuk tidak dibuka kembali.

4.      FKUB meminta kepada penegak Hukum agar  bertindak  tegas  kepada  pihak  yang dimaksud berdasarkan perdasus yang telah ditetapkan. Disebabkan adanya perbuatan pengabaian  terhadap  rekomendasi pencabutan tersebut sehingga pada tanggal 22 Desember 2018, pukul 18.00 WIT Satpol-PP melakukan penyegelan karena pihak yangdimaksud terindikasi melakukan penjualan miras.

FKUB berharap hal ini menjadi perhatian yang serius demi generasi bangsa dan hak hidup masyarakat  yang Aman, Damai dan  sejahtera. Dan untuk memperkuat komitmen bersama ini kami lampirkan  persetujuan dari seluruh pengurus FKUB dan Tokoh Agama seperti terlampir.

Surat ini ditandatangani oleh Ketua FKUB Kabupaten Mimika Drs Iganatius Adii, MPd dan Sekretaris FKUB, Pdt. Dr Jeffrey C. Hutagalung, M.Th, Mpd serta Pengurus FKUB dan Tokoh Agama seperti Pdt. Donald E.S. Salima, STh, SE (Wakil Ketua I), Ust. H. Abdul Mutalib, SPd (Wakil Ketua II), Syarief Achmad Lacoro, SKom (Sekretaris I), I Made Sudiarta (Bendahara), Pdt. Lewi Sawor, STh, MMis (Bidang Advokasi dan Program), Paulus Weti, SAg (Anggota), Pdt Moses Lokbere, STh (Anggota), Sutanto (Bidang Sosialiasi dan Program), Pdt. Septinus Wanma, STh (Bidang Pemb Iman dan Spiritual), Pdt. Elihut Sawaki (Anggota), Pdt. Alfons Yosua Nussy (Bidang Kajian dan Kelayakan Pembangunan Rumah Ibadah), H. Juma Aziz (Anggota) dan Lucas Hagabai (Anggota).

Tembusan dari surat ini dikirim kepada Gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih Papua, Ketua DPRP Papua, Ketua MRP, Ketua FKUB Provinsi Papua, Bupati Mimika, Ketua DPRD Mimika, Kapolres Mimika dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mimika. (Salma/Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment