KKSS Galang Dana untuk Korban Banjir di Sulsel

Bagikan Bagikan
Salah satu anggota Orari Lokal Timika melakukan penggalangan dana. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sejak beberapa hari terakhir melakukan penggalangan dana untuk membantu korban musibah banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Penggalangan dana dilakukan dengan membuka posko peduli kemanusiaan “KKSS Galang Dana For Sulsel” yang bertempat di Jalan Hasanuddin, Timika.  

Selain membuka posko, para relawan KKSS juga melakukan aksi penggalangan dana di tiap-tiap lampu merah (Traffic light), bahkan juga dilakukan dengan cara door to door dengan mendatangi tiap rumah warga  yang berada jauh dari kota (Seperti di Distrik Wania dan wilayah Poumako).

"Penggalangan ini sudah dilakukan sejak Kamis (24/01), dan sesuai dengan kesepakatan kita bahwa penggalangan dana ini akan kita tutup pada akhir bulan ini (Januari). Namun kita akan lihat situasi dan kondisi yang ada disana (Sulsel). Jika sudah membaik maka penggalangan akan diakhiri bulan ini, tapi jika kondisi disana belum juga membaik maka penggalangan akan dilakukan terus,” kata Ketua KKSS Kabupaten Mimika, Haji Basri saat ditemui awak media di posko peduli kemanusiaan, Jalan Hasanuddin, Minggu (27/01).

Penggalangan dana peduli kemanusiaan ini juga melibatkan pilar organisasi KKSS se-Sulawesi Selatan, Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) cabang Timika, Mimika Timur dan Wania, serta Laskar Ayam Jantan (LAJ) Zona Timika, Lasinrang Community dan ORARI lokal Timika.

Sementara itu, kata Haji Basri, saat ini para relawan hanya melakukan penggalangan bantuan berupa dana (uang). Sedangkan untuk bantuan berupa pakaian layak pakai maupun logistik lainnya belum dilakukan. Hal ini sesuai dengan kesepakatan bahwa para relawan hanya melakukan penggalangan barupa dana.

Selain turun ke lapangan untuk menggalang dana, kata Haji Basri, ada juga sebagian masyarakat yang langsung mendatangi posko untuk mengantar sumbangan berupa dana, sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir yang terjadi di Sulsel.

Dalam penggalangan dana ini, relawan tidak menargetkan jumlah yang harus dicapai. Para relawan tetap bekerja secara maksimal mengumpulkan dana untuk membantu para korban banjir di Sulsel.

Sementara itu untuk penyaluran langsung dana yang sudah terkumpul, terang Haji Basri, nantinya para relawan bisa saja terjun langsung ke tempat terjadinya musibah bencana banjir. Namun, tidak menutup juga kemungkinan jika dana yang didapat tidak memungkinkan untuk tim relawan turun ke tempat terjadinya musibah, maka tentunya akan melakukan koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika untuk membantu penyaluran dana yang sudah dikumpulkan.

“Penggalangan dana ini, yang nantinya akan disalurkan kepada para korban musibah banjir di Sulsel bukan hanya mengatasnamakan para relawan saja yang terlibat penggalangan, tapi ini juga mengatasnamakan (masyarakat) Kabupaten Mimika,” terang Haji Basri.

Untuk diketahui, penggalangan dana yang dilakukan Laskar Ayam Jantan (LAJ) Zona Timika, pada hari pertama tanggal 23 Januari terkumpul Rp2.800.000, tanggal 24 Januari terkumpul Rp20.882.000, tanggal 25 Januari terkumpul Rp11.805.000 dan tanggal 26 Januari terkumpul Rp8.150.000. Total keseluruhan penggalangan dana dari tanggal 23-26 Januari sebesar Rp43.637.000, dan ada kemungkinan jumlah ini akan bertambah. Sementara untuk Orari Lokal Timika, penggalangan dari tanggal 24-27 Januari memperoleh sebesar Rp41.289.000. Jumlah kedua organisasi tersebut belum termasuk organisasi lainnya yang tergabung dalam posko peduli kemanusiaan “KKSS Galang Dana For Sulsel”.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment