Kunjungan Warga Manokwari Ke Luar Negeri 2018 Meningkat

Bagikan Bagikan

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Manokwari, Abdullah, di Manokwari.(Foto-Antara)
SAPA (MANOKWARI) - Kunjungan warga Manokwari, Papua Barat, ke luar negeri pada 2018 meningkat dibandingkan 2017, berdasarkan catatan kantor Imigrasi setempat.

Hal ini terlihat dari peningkatkan jumlah paspor yang diterbitkan kantor Imigrasi Manokwari pada 2018. Penerbitan Paspor pada 2018 meningkat 21,8 persen dibandingkan pada 2017.

"Pada 2017 paspor yang kami terbitkan sebanyak 2.100 meningkat menjadi 2.558 pada 2018," kata Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Manokwari, Abdullah, di Manokwari, Selasa (8/1).

Ia mengutarakan, 75 persen keberangkatan warga Manokwari ke luar negeri untuk melaksanakan ibadah. 25 persen sisanya kegiatan wisata dan studi atau pendidikan.

Menurut dia, pada 2018 Kantor Imigrasi Manokwari sama sekali tidak menerbitkan paspor untuk kegiatan bekerja di luar negeri, karena tidak ada warga yang mengurus izin untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Bukan tidak bisa menerbitkan, tetapi memang tidak ada yang mengajukan. Kebanyakan untuk kegiatan ibadah, itu yang paling banyak. Ada juga untuk pendidikan dan wisata," ujar Abdullah.

Terkait penerbitan Paspor, dia menjelaskan, Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia menetapkan persyaratan sangat ketat.

Hal itu untuk mencegah pelanggaran serta kejahatan yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

"Yang pasti seluruh persyaratan harus dipenuhi, tujuan harus jelas, berapa lama yang bersangkutan ke luar negeri. Selain mencegah pengiriman TKI diluar prosedur, kita juga mengantisipasi kejahatan lain seperti perdagangan manusia atau mencari suaka politik," kata Abdullah.

Kantor Imigrasi Manokwari, menurut dia, sangat hati-hati dalam menerbitkan paspor. Pihaknya tidak pernah menolak pengajuan paspor sepanjang persyaratan terpenuhi.

"Pada 2018 tidak ada penolakan penerbitan paspor, tetapi kalau penundaan penerbitan ada. Itu karena masalah persyaratan yang belum terpenuhi," tandas Abdullah. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment