Mengapa Setelah Otsus Berjalan 18 Tahun, Papua Juara 1 Termiskin? DPRD Harus Buat Perda Keberpihakan Terhadap Orang Asli Papua

Bagikan Bagikan
Virgo Solossa.(Foto-Istimewa)
Diskusi Grup Whatsapp ENY tentang Kemiskinan di Papua dan Solusinya (4)


MENGAPA Papua bisa menjadi yang termiskin? Dan apa solusinya? Grup WhatsApp (WA) EME NEME YAUWARE (ENY) di Timika membahasnya dalam diskusi khusus yang digagas oleh Irjen Pol Paulus Waterpauw (mantan Kapolda Papua dan Sumatera Utara) dan Admin Grup ENY, M. Adri Rumbou, S.SoS, M.Si  sejak Minggu, 20 Januari 2018.

Dengan merujuk pada tulisan Redaksional SKH Salam Papua edisi Senin 30 Juli 2018 dengan judul “Provinsi Papua Juara 1 Termiskin Se Indonesia,” yang diposting di Grup WA ENY oleh Irjen Pol Paulus Waterpauw pada Minggu (20/1) pukul 18.54 WIT,  diskusi yang mengangkat tema, “Kemiskinan di Papua dan Solusinya” berjalan hangat. Bertindak sebagai Moderator diskusi ini adalah Prof. Dr. Hironimus Taime, MBA (Pengamat Ekonomi dan Sosial Indonesia).

Berikut ini sejumlah pendapat, masukan, kritik dan saran solusi yang disampaikan oleh member Grup WA Eme Neme Yauware yang diterbitkan Salam Papua, edisi keempat.

Menanggapi postingan Nikolaus Raing (Ketua Ikatan Kerukunan Flobamora Mimika) sebelumnya tentang sangat penting kehadiran pemimpin Papua yg kuat dan berkomitmen tinggi mengangkat harkat dan martabat OAP. Maksudnya pemimpin2 di daerah karna kalau pemerintah pusat sdh berikan Otsus dgn segala keistimewaannya, Hironimus Taime mengatakan,  Harus tersistem pak. Tidak cukup kita punya Saudara atau Saudari yang Asli Papua saja yang bisa mengatasi kemiskinan di Papua tapi semua kita bisa berbuat sesuatu, walaupun kecil kelihatan dimata manusia tapi sangat berarti bagi orang yang tertolong apalagi Tuhan pasti kasih pahala.

Contoh yah. Kalau ada yang Bapak atau Ibu Angkat buat Putra Putri Asli Papua membiayai sampai Kuliah atau menjadikan Pilot..Tentara..Polisi..PNS..DPRD..DPR RI.Bupati..Gubernur atau jadi Pengusaha sukses.maka orang yang diangkat jadi bebas dari Miskin dan bisa menolong keluarganya supaya tertolong... Itu contoh Way Out.

Vinsensius Apoka menanggapi dengan mengatakan,  Terutama kita yg Harus diisi dgn Pendidikan Karakter  baru kita membangun Masyarakat dgn pendidikan karakter yg kita miliki.
Gerson H Imbir.(Foto-Dok-Sapa)

Papson31/Gerson Imbir yang juga anggota DPRD Mimika menanggapi postingan Vinsensius Apoka. Pendidikan karakter itu dimulai dari keluarga, karakter sesungguhnya itu dibentuk umur 0 sampai 5 thn.

Menanggapi pendapat sebelumnya dari Apolonia/Abraham Timang yang juga Sekretaris Eksekutif LPMAK, Bapak2 bicara masalah kemiskinan??, kata kunci; maju atau tdk niat individu bersangkutan, selain itu ada dorongan dan dukungan dari eksternal. Sehingga pentingnya pendidikan. Semua manusia Tuhan menciptakan derajat yg sama. Hanya saja individu tersebut dikatakan bodoh, miskin dan lain2 karena korban kebijakan  penguasa. Supaya tdk ada istilah miskin maka org tua dan Pemerintah mendukung sepenuhnya untuk mencapai tujuan yg diidamkan, Hironimus Taime mengatakan,  Hormat pak. Yang sudah maju harus dukung yang generasi belakang untuk ikut jejak maju abang atau seniornya. Pendidikan dan Pergaulan luas juga bisa berpengaruh buat orang untuk maju mengalahkan kemiskinan.

Pemerintah dan Swasta bisa diandalkan terus hadirkan Sekolah dan Perguruan Tinggi untuk mendidik Anak Muda untuk punya ilmu dan maju.

Begitu juga Balai Pendidikan dan Latihan jangan kasih mati karena orang yang selesai Sekolah tapi butuh ketrampilan tambahan atau mereka yang putus sekolah bisa di didik di BLK atau DIKLAT. Setuju dengan pak Bram punya pikiran.

Virgo Solossa yang juga karyawan PT Freeport Indonesia mengingatkan soal kondisi hidup masyarakat Papua pada tahun tahun 1960-an hingga saat ini.  1. Sebelum tahun 1969 atau seblm Pepera apakah Orang Papua hidup Miskin...???? 2. Apakah stlh Thn 1969 stlh Pepera sd Thn 2000 Orang Papua tlh terlepas dr Kemiskinan...??? 3. Krn fakta pd poin dua tdk terpenuhi bahkan jauh dr harapan, maka munculah keinginan utk memisahkan diri dimana semangat ini yg tlh melahirkan OTSUS. 4. Setlh Otsus berjln selama 18 thn, apakah orang Papua sdh terlepas dr kemiskinan...??? Jawabannya tentu tidak... sehingga ada pembahasan di Group ini.
Yg jd pertayaan saya:  1. Apakah dgn kondisi ini, kita harus menyalahkan sdr" papua kita yg duduk di birokrasi..??? Sy pikir kita hrs Ingat bahwa mrk semua bekerja menggunakan sistem yg dibuat oleh Negara. Selanjutnya silakan diterjemahkan sendiri... Slm

 
Lamberth Nunaki.(Foto-Istimewa)
 Menanggapi pendapat Nikolaus Raing soal kita harus sama-sama maju, Lamberth Nunaki1972 mengatakan, Setuju pak, topiknya Papua Juara Miskin. Dan karena di Papua ada saya punya saudara2 juga yg dari luar Papua Itu berarti Miskin yg lagi kita TOPIKan sebenarnya bukan untuk orang asli papua saja. Jadi kita sepakat maju bersama untuk berantas kemiskinan.

Papson31/Gerson Imbir (anggota DPRD Mimika) lalu menanggapi.  Kitong su miskin jd jangan tambah org miskin lagi supaya kita fokus kasih kaya yg sekarang ada miskin ini.

Menanggapi pendapat AKP Frits Erari (Kasat Bimas Polres Mimika) tentang perlu keberpihakan kepada orang asli Papua yang hidup serba kekurangan, Hironimus Taime mengatakan,  Itu harus ada PERDA Mimika tentang Afirmasi Orang Asli Papua dalam hal pemberdayaan seperti yang pernah dilakukan PT. Freeport Indonesia atau yang juga dilakukan PEMDA tentang Bantuan Perahu dan Mesin Jhonson lengkap Jaring dan Cool Box supaya Pesisir Mimika contohnya bisa nampak Nelayan Asli Mimika atau Pesisir kalau ingin tangkap Ikan dan Keraka. Tapi itu harus rutin..supaya supply ikan dan Keraka cukup buat Pembeli atau Konsumen.

Oh yah..saya ada tulis sebelumnya tentang SISTEM KONTEN LOKAL EKONOMI PAPUA. Artinya PEMDA bikin PERDA dan PT. Freeport Indonesia contohnya jadi Pasar terhadap PO (Purchosing Order) Bahan bahan apa saja yang dia butuh maka Masyarakat dikelompokkan dan mereka dikasih pelatihan oleh OPDN Tekhnis untuk mampu suply kebutuhan sesuai PO. Ini.juga cuma contoh pak.

Dan ini maunya saya dilakukan secara Provinsi supaya setiap daerah bisa suply apa yang dibutuhkan Pasar seperti PT. Freeport Indonesia.

Lamberth Nunaki1972 menanggapi postingan Hironimus Taime ini.  Setuju, saya usul ini untuk tong pu dewan dong buat dalam perda untuk teknisnya.

 
Hironimus Taime .(Foto-Istimewa
Hironimus Taime menangggapi postingan Papson 31/Gerson Imbir soal pendidikan karakter dengan mengatakan, Pikiran yang bagus juga. Tapi kalau bisa tetap disalurkan juga lewat Pendidikan Formal..karena Pendidikan Formal itu ibarat Jendela Kecil melihat dunia yang luas.

Kalau anak terlalu lama kita tahan dirumah bisa : 1. Basi. 2. Ngamuk. Pak maaf yah sambil guyon alias bercanda. Artinya Anak juga perlu kenal dunia luar lewat pergaulan tapi tetap pendidikan karakter sudah ditanamkan dari rumah tangga (Spiritual Home).

Kalau kita orangtua  terlalu Otoriter sampai Anak Dewasa bahaya pak bisa Dendam dan Benci Orangtua sendiri. Itu filosofi pendidikan dan hasil penelitian atau survey membuktikan. Tetap semangat yah pak

Vinsesius Apoka juga ikut menanggapi.  Pak sejak saya masih skolah sampai kerja ini, jalani hidup, Ada Program yg di buat oleh Pemerintah di Mimika "Pemberdayaan Masyarakat " Tetapi Sampai Saat ini Belum ada Satu Masyarakat  yang Berdaya guna.  (Yulius Lopo/Bersambung)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment