Menunggu Kabar Pasti dari Distrik Pesisir Soal Muntaber

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto (kiri) dan Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw (kanan).(Foto-Dok-Sapa)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika belum bisa memastikan kebenaran informasi soal wabah penyakit muntaber yang diduga menyerang warga pada dua distrik di wilayah pesisir, terutama di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.

Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw yang dikonfirmasi awak media mengatakan, setelah mendapat informasi itu pihaknya langsung mengutus tim dari puskesmas Wakia yang berada di Timika untuk bersama-sama dengan tim dari TNI-Polri turun ke kampung mengecek kebenaran informasi yang sudah terlanjur diberitakan media dan beredar di media sosial.

"Tadi pagi jam 4 sudah berangkat, mungkin sebentar lagi mereka (tim) sudah tiba disana. Dan informasi benar atau tidak, itu nanti mereka akan tahu," kata Alfred, Senin (7/1).

Meski begitu, Alfred sendiri merasa ganjil atas informasi yang disampaikan oleh staf di Pemerintahan Distrik Mimika Barat Tengah, Fransisko Waukateyau. Pasalnya yang bersangkutan saat menyampaikan informasi pada hari Minggu (6/1) itu sedang berada di Timika. Dan petugas kesehatan dari puskesmas Wakia ke kota Timika pada Sabtu (5/1) untuk mengambil obat-obatan kebutuhan puskesmas. Namun, menyusul keesokan harinya, Minggu (6/1) ada informasi dugaan masyarakat terserang wabah penyakit. Bahkan, jika benar terdapat warga yang terserang muntaber, untuk gejala muntaber baru bisa diketahui setelah satu minggu dan paling cepat tiga hari.

"Sekarang kita masih cari tahu, data dan informasi itu dari siapa. Informasinya, datanya dari mana? Karena pada hari Sabtu petugas-pertugas dari Wakia mereka ke Timika, dan berita dikeluarkan hari Minggu. Ini hal yang aneh," ujarnya.

Meski demikian, Dinkes juga tidak menyalahkan adanya informasi yang disampaikan staf distrik tersebut. Tetapi yang pastinya untuk kebenaran akan wabah penyakit muntaber baru bisa diketahui setelah tim yang diutus tiba di lokasi dan melakukan investigasi serta autopsy verbal jika ada warga yang terserang suatu penyakit.

"Kita tidak bisa mempersalahkan juga, tetapi disisi lain kita melihat kebenaran di Mimika Barat Tengah, di Wakia," katanya.

Kapolres Sebut Isu Wabah Muntaber Hoaks

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, setelah pihaknya melakukan koordinasi dan mendapat informasi dari Kepada Dinkes, bahwa, informasi atau isu yang disampaikan terkait adanya wabah penyakit yang menyerang warga di dua distrik tersebut bisa dikategorikan sebagai hoaks atau menyampaikan informasi yang tidak benar.

“Dari keterangan Kepala Dinkes Mimika, tidak ada wabah muntaber di daerah tersebut. Isu itu tidak benar (Hoaks). Dinkes disusul tenaga medis TNI-Polri berangkat menggunakan kapal untuk mengecek kondisi yang terjadi di distrik tersebut, dan tidak ditemukan wabah muntaber,” kata Kapolres yang ditemui awak media di Mapolsek Kuala Kencana.

Bahkan, kata Kapolres, pihaknya telah berkoordinasi bersama Dandim 1710/Mimika Letkol Pio L. Nainggolan dan Kepala Dinkes Mimika untuk meneliti penyebab meninggalnya seorang anak, yang juga berdasarkan informasi sebelumnya bahwa, anak tersebut diduga korban dari serangan wabah penyakit.

“Namun, menurut informasi dari dinkes bahwa itu karena proses persalinan. Namun, ini masih didalami apa penyebab, kepastian dari dokter yang bersangkutan atas meninggalnya balita tersebut. Tetapi diyakinkan bukan karena muntaber,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Kapolres, terkait isu atau informasi yang tidak benar dan telah disampaikan ke muka publik, pihaknya memastikan akan mengusut siapa oknum warga penyebar informasi yang menurutnya dikategorikan sebagai hoaks ini. Apalagi informasi itu disampaikan ditengah hiruk pikuk tahun demokrasi saat ini.

“Kita akan selidiki dan kita proses. Mohon agar tidak menyebar dan menimbulkan berita-berita yang yang meresahkan masyarakat,” kata Kapolres. (Salma/Saldi) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment