Pemilik Toko Emas Dibolehkan Membeli Emas Milik Pendulang

Bagikan Bagikan
Polres Mimika melakukan monitoring pertemuan Pendulang dan Pengepul Emas.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Purnia mengatakan, pemilik toko emas di Timika dibolehkan membuka usaha dan membeli emas para pendulang, asal jumlahnya terbatas berbentuk gram dan tidak kilogram dalam bentuk batangan.

“Kalau para pendulang menjual cuma beberapa gram saja tidak masalah tapi kalau sudah hitungan kilo gram itu yang masalah. Ini kan sudah meresahkan dan masalahnya sudah sampai ke Mabes  Polri. Ini pelajaran jangan sampai pengepul emas atau toko emas membeli hasil dari pemotongan pipa (pipa konsentrat milik PT Freeport Indonesia-Red),”  kata Wakapolres dalam pertemuan  dengan perwakilan pengurus pendulang dan pengepul emas (pemilik toko emas) di Ruang  Data Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (25/1). Pertemuan ini untuk mengantisipasi terjadinya pemalangan lanjutan di pertigaan Gorong-Gorong, Rabu hingga Kamis (23-24/1).

Rapat yang dipimpin oleh Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia ini dihadiri Kasat Intelkam Polres Mimika AKP Sudirman, Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Ananta , Ketua Komunitas Pendulang Simon V Rahanjaan, para pengepul emas dan perwakilan pendulang lainnya.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Purnia dalam penyampaiannya mengatakan, pihaknya berupaya menjadi mediator untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi beberapa hari  terakhir ini, dimana, para pemilik toko emas tidak menerima penjualan emas dari pendulang.

Dalam pertemuan ini,  pemilik Toko Emas Daeng Baso, Amir Baso Ratualangi meminta agar segera ada wadah berbadan hukum untuk menjamin penjualan emas dari para pendulang.

“Sebenarnya kita pengepul emas merasa kasihan kepada pendulang tapi kita merasa takut membeli emas hasil dulang. Kalau bisa ada jaminan supaya kita aman membeli karena kita khawatir akan seperti tiga orang yang ditahan karena membeli emas hasil curian, pada hal kami pengepul ini tidak tahu mana emas hasil curian dan mana hasil dari para pendulang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pendulang, Simon V Rahanjaan mengatakan pihaknya selalu siap bersinergi dan bekerja sama dengan pemilik toko emas. Pasalnya, kedua  pihak tersebut saling terkait dan merupakan pekerjaan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita harus sama-sama bersinergi karena pendulang membutuhkan pengepul dan pengepul membutuhkan pendulang. Pertemuan lalu kita diberikan solusi jangka pendek dengan diberikannya ijin untuk bisa menjual dan membeli hasil dulangan, tapi ijin itu jangan leluasa digunakan  membeli emas dari hasil pemotongan pipa konsentrat PT Freeport,” kata Simon.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Ananta menyampaikan bahwa TNI-Polri berupaya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk mempercepat upaya jangka panjang yakni membentuk wadah resmi dan regulasi untuk pendulang dan pengepul emas dapat terlaksana.

“Untuk sementara ini Bapak Dandim dan Bapak Kapolres ada solusi yang sangat baik untuk memecahkan masalah ini. Kalau jangka pendek silahkan saja para pengepul  membeli emas dari para pendulang dengan syarat jangan membeli emas dalam bentuk yang dicetakan-cetakan karena yang kemarin ditangkap itu sudah bentuk lempengan besar seberat empat kilogram,” ujar Gusti Ananta.

Kasat Reskrim mengatakan solusi tersebut akan dijelaskan langsung Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan kepada pendulang dan pengepul emas.

“Para pengepul memakai cara jangka pendek saja dulu, kalau ada solusi yang lebih efesien untuk jangka panjangnya kita memakai cara jangka panjang. Jadi, silahkan lakukan kegiatan seperti biasa,” katanya.

Sekedar diketahui, pada Oktober 2018 lalu, Forum Group Disscusion (FGD) menggelar diskusi Dinamika Masyarakat Pendulang Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika, Manajemen PTFI, DPRD Mimika, Kodim 1710/Mimika ,Asosiasi Forum Pendulang dan pengepul emas.

Saat itu diputuskan, program jangka pendek dijalankan dimana para pendulang dibolehkan menjual emas hasil dulang dan pemilik toko emas juga dibolehkan membeli emas hasil dulang. Sementara program jangka panjang akan dibuat regulasi untuk melindungi aktivitas pendulangan  dan pengepul emas  sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment