PUPR Papua Upayakan Pembayaran Pekerjaan Pengusaha GEL

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas PUPR Papua, Girius One Yoman.(Foto-Papua1)

SAPA (JAYAPURA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua meminta para pengusaha golongan ekonomi lemah yang belum menerima pembayaran pekerjaan agar dapat bersabar dan diupayakan segera bisa pelunasan kontrak pekerjaan.

Kepala Dinas PUPR Papua, Girius One Yoman di Jayapura, Kamis (17/1) mengatakan terjadi keterlambatan penyerahan berkas-berkas pembayaran ke bagian keuangan sehingga proyek-proyek tersebut belum bisa diselesaikan.

"Jadi dalam catatan kami, terdapat sekitar 27 kegiatan yang belum dibayarkan dan sudah memiliki SPM (Surat Perintah Membayar) di keuangan namun waktunya sudah habis sehingga sistem berhenti dan tidak bisa dibayarkan," katanya.

Menurut Girius, batas waktu pembayaran proyek GEL ini adalah 31 Desember 2018 pukul 12.00 malam berdasarkan sistemnya sehingga yang lewat dari harus bersabar dan menunggu.

"Kami memiliki sekitar 400 kegiatan dari total Rp70 miliar lebih sejak 2016, 2017 hingga 2018, sehingga yang belum dibayarkan ini salah satu jalan keluarnya adalah menunggu anggaran di 2019," ujarnya.

Dia menjelaskan namun di 2019 ini, sudah ada instruksi bahwa semua anggaran akan difokuskan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 di Bumi Cenderawasih, ditambah belum ditetapkannya APBD 2019 dalam sidang dengan legislatif.

"Jadi pembayaran bagi proyek GEL yang tersisa ini, entah akan dimasukan dalam APBD induk atau perubahan, kami belum bisa menetapkan, yang jelas ini merupakan utang pemerintah dan tetap akan dibayarkan," katanya.

Dia menambahkan pembayaran proyek GEL ini tidak sembarangan, karena ini merupakan dana pembinaan dan bukan anggaran sosial sehingga para pengusaha yang belum dibayarkan haknya harus bersabar serta mengikuti mekanisme berlaku. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment