Aparat Keamanan Kokonao Siap Tindak Tegas Pembawa Miras

Bagikan Bagikan
Danramil Kokonao, Kapten Rustam Pauwah. (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) – Komandan Koramil (Danramil) 1710-01/Kokonao, Kapten Rustam Pauwah, mengatakan masyarakat di Kokonao, Distrik Mimika Barat yang kedapatan membawa dan mengonsumsi minuman keras (Miras) selalu diberikan tindakan tegas. Tindakan tegas dimaksud guna memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal tersebut.

Terkait hal ini, Kapten Rustam mengatakan selalu menyampaikan kepada anggotanya jika melihat masyarakat sedang dalam keadaan mabuk agar segera dibawa ke Kantor Kepolisian setempat, terlebih khusus bagi yang membawa miras masuk ke Kokonao.

"Kadang-kadang ada masyarakat yang suka usil, tapi kita coba untuk hentikan dan berhasil kita amankan. Kami dari Koramil dan Kapolsek Kokonao punya komitmen untuk tindak tegas bagi yang membawa masuk miras ke wilayah Kokonao,” kata Kapten Rustam saat ditemui awak media di Lapangan Timika Indah, pada Kamis (21/2).

Untuk itu, kata Rustam, Polsek Kokonao bahkan telah menyiapkan ruang tahanan dan telah diperlihatkan kepada masyarakat setempat untuk diketahui. Agar masyarakat yang kedapatan membawa masuk miras ke Kokonao mengetahui apa yang akan terjadi jika melakukan tindakan itu.

Menurut Rustam, sesuai laporan yang diterima bahwa peredaran miras ke wilayah Kokonao dibawa oleh oknum pengepul atau penadah ikan di wilayah itu.

“Banyak penadah yang masuk kesana selain untuk membeli ikan mereka juga membawa miras. Kita harap para penadah untuk tidak membawa miras saat masuk ke Kokonao,” katanya.

Selain penadah atau pengepul, diduga dana desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kampung, kadang disalahgunakan oleh oknum-oknum aparat kampung, yakni untuk membeli miras dan membawanya ke masuk kampung.

"Kami pernah ketemu segerombolan masyarakat (Aparat kampung) menggunakan perahu dengan keadaan  mabuk. Masyarakat, mereka itu baru pulang ambil dana desa di kota," ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, Kapten Rustam yang saat itu sedang melakukan perjalanan menggunakan perahu, langsung mengamankan segerombolan masyarakat yang diduga adalah oknum-oknum dari aparat kampung dan langsung diberikan pembinaan.

Di mana, menurut Rustam, hal tersebut telah menjadi kebiasaan sejumlah oknum aparat kampung setelah pulang dari mengambil dana desa. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment