Distrik Agimuga Usulkan Pembangunan Tertunda di Musrenbang 2020

Bagikan Bagikan
Kadistrik Agimuga, Yulius Katagame.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Distrik (Kadistrik) Agimuga, Yulius Katagame mengaku akan mengusul kembali beberapa program pembangunan yang tertunda di tahun 2018, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik tahun anggaran 2020 yang rencananya dilaksanakan akhir februari mendatang.

Yulius mengatakan, beberapa pembangunan yang tertunda di tahun 2018 diantaranya, pembangunan jembatan Kali Kopi yang menghubungkan Kampung Faka Fuku ke Kiliarma dengan lebar sungai sepanjang 90, 5 hingga 100 meter.

“Dari Fakafuku ke Kiliarma itu sudah ada badan jalan sepanjang 15 kilo meter. Jadi tinggal penimbunan jalan dan jembatannya,” kata Yulius usai mengikuti sosialisasi terkati SK Bupati tentang peresmian Lemasa Kabupaten Mimik di Kantor Lemasa, Jalan Cendrawasih, Kamis (21/2).

Menurut dia, pembangunan jembatan ini harus dilaksanakan untuk mempermuda akses masyarakat, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan empat. Apalagi, perjalanan melalui jalur sungai dari fakafukuke kiliarma bisa menempuh waktu hingga dua jam.

Selain pembangunan jembatan kali kopi, masih ada sebanyak depalan jembatan kecil pada singai-sungai hidup di wilayah Agimuga yang harus dibangun. Sebab, meski tergolong sungai kecil, akan tetapi sering menjadi penyebab banjir dan luapan ketika musim hujan.

“Akses ke setiap kampung itu semuanya ada sungai yang selalu meluap saat hujan. Makanya kita sebut sebagai sungai hidup dan harus ada jembatannya,” tuturnya.

Selanjutnya menurut dia, akan melaksanakan normalisasi sungai sepanjang 15 kilo meter. Menurut dia, selain untuk memperdalam dan memperlebar sungai, normalisasi juga dilakukan sekaligus untuk membersihkan sampah kayu yang telah menumpung di sepanjang sungai.

“Saat ini kalau air  laut surut dan sedang musim kemarau, maka perahu-perahu tidak bisa lewat karena sampah kayu sudah menumpuk. Itu batang-batang pohon besar yang tumbang sejak lama masih melintang di sepanjang sungai dan itu sangat menghalang perjalanan jalur sungai dan berbahaya bagi keselamatan,” tuturnya. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment