Kemenpora Seleksi Pemain Timnas U-15 ke Iber Cup

Bagikan Bagikan
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta (tengah) bersama dengan manajer Timnas Pelajar U-15 Ray Manurung (kedua dari kanan) dalam jumpa pers keberangkatan Timnas Pelajara U-15 ke Portugal.(Foto-Detik.com)

SAPA (JAKARTA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) menggelar seleksi pemain untuk masuk dalam Timnas Usia 15 tahun (U-15)  yang akan tampil di Iber Cup 2019 di Estoril Portugal tanggal  1-6 Juli 2019.

Seleksi tahap pertama sudah berjalan dan terjaring 90 pemain. Sebanyak 75 pemain di antaranya merupakan jebolan dari turnamen Piala Menpora U-14 putaran nasional 2018 yang diselenggarakan di Bali. Sisanya, adalah pemain-pemain yang hanya sampai putaran provinsi.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta berharap turnamen itu bisa dimaksimalkan untuk menambah pengalaman pemain cilik. Apalagi, kesempatan datang dari negara Eropa.

"Tahun lalu ke China, kali ini kami ingin tantangan yang lebih besar karena di Eropa dan Amerika Latin pasti banyak klub-klub top di sana. Kemenpora memandang penting karena selain pembinaan berjenjang juga perlu kompetisi internasional," kata Raden Isnanta dalam jumpa pers di Media Center Kemenpora, Rabu (6/2).

"Jadi mereka punya pengalaman bertanding, dan ke depan harus menjadi macan Asia dan bisa mentas di negara yang lebih besar seperti Amerika Latin sehingga kita perlu tantangan yang lebih besar lagi. Tentu kami berharap mereka dapat satu ilmu yang luar biasa, dan iklim yang kondusif usia muda, bagaimana bermain dengan suhu berbeda, karakter bermain bola yang berbeda. Ini yang harus dipetik untuk anak-anak generasi kita," katanya menambahkan.

Kemenpora, menurut Isnanta, tidak mematok target bagi tim sepak bola U-15 itu meskipun turut memberikan bantuan dana bagi pelatihan dan pengiriman mereka, selain dukungan dana dari para sponsor.

"Selama ini prestasi tim usia muda Indonesia baru sampai putaran delapan besar dalam kejuaraan dunia karena mereka melawan tim-tim yang punya postur tubuh tinggi," kata Isnanta.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, manajer Timnas Pelajar U-15, Ray Gutafson Manurung, mengatakan seleksi akan dilakukan lewat tiga kali training camp. Nantinya, 18 pemain terbaik yang akan terbang ke Estoril.

Seleksi pertama digelar 14-18 Februari di Stadion Siliwangi, Kabupaten Bandung. Kemudian, TC kedua dimulai sekitar April sampai Mei. Tapi, lokasinya masih menunggu identifikasi cuaca di lokasi pertandingan.

"Jika cuaca dingin di Lembang, kalau panas di Jakarta atau Bali. TC kedua juga masih di Indonesia, baru di TC ketiga sudah masuk ke Portugal. Jadi mereka satu pekan sebelum tanding sudah aklimatisasi di sana," kata Ray.

Kemenpora mempercayakan seleksi kepada mantan pemain Timnas. Di antaranya, Rully Nere, Rudy William Keltjes, dan Herry Kiswanto. Sementara, pelatih kepala Timnas Pelajar Indonesia U-15 itu belum diputuskan. Firman Utina disebut-sebut bakal dipercaya.

"Tahun lalu Firman Utina. Sampai hari ini dia calon terkuat head coach. Tapi, belum bisa saya umumkan. Karena ada kandidat lain juga punya lisensi yang sama. Yang jelas kami ingin fokus ketika menyerahkan anak-anak ini dan tidak asal," ujar Ray.

Senada dengan Ray, Ketua BLiSPI Subagja Suihan mengatakan 90 pemain yang telah lolos dari tim pemandu bakat akan menjalani tiga kali seleksi nasional sejak Februari hingga Juni 2019.

"Formasi 90 pemain itu terdiri dari 75 pemain dari hasil pantauan pemandu bakat dan 15 pemain dari berbagai daerah yang tidak lolos ke Piala Menpora 2018. Mereka akan mengikuti seleksi hingga diperoleh 60 pemain. Kemudian, kami hanya akan mengambil 18 pemain terbaik dari 60 pemain itu," kata Subagja. (Dtc/Tempo.co)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment