Ketua Lemasa Sayangkan Belum Ada Penguatan Terhadap Lembaga Adat

Bagikan Bagikan
Ketua LEMASA Mimika, Nerius Katagame (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Adat Masyarakat Suku Amungme (Lemasa) Nerius Katagame menyayangkan belum adanya penguatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika setelah Pemkab menerbitkan SK peresmian terhadap lembaga adat tersebut adat.

“Setelah ditetapkan peresmiannya sesuai dengan SK Bupati nomor 270 tahun 2017 tanggal 3 Agustus 2017,  Lemasa dan masyarakat adat hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada perhartian lanjutan dari Pemkab Mimika,” kata Nerius saat ditemuinya di Kantor Lemasa, Jalan Cendrawasih, Kamis (21/2).

Nerius menjelaskan, penguatan terhadap lembaga adat telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus). Salah satu pasal dalam Otsus itu adalah tentang penguatan kelembagaan adat. Namun selama ini pemerintah tidak melaksanakan penguatan tersebut.

“Sudah dua tahun kami jalan tapi kami tidak diperhatikan dan tidak ada sentuhan dari pemerintah. kita jalan ini hanya swadaya saja,” katanya.

Menurut Nerius, sesuai UU Otsus, seharusnya penguatan atau perhatian tersebut diakomodir oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, namun entah mengapa belum dilaksanakan. Karena itu Lemasa bersama masyarakat akan bertemu dengan Kepala Bappeda, Simon Mote untuk mempertanyakan bantuan-bantuan bagi penguatan lembaga adat.

“Dana yang diperuntukan bagi penguatan lembaga itu, tidak ada sama sekali ,kita akan persoalkan hal itu dengan pemerintah “ tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika, Petrus Lewa Koten mengatakan pemerintah selalu mendukung lembaga masyarakat adat yang ada di Kabupaten Mimika.

Namun Petrus mengakui tidak mengetahui adanya penguatan terhadap lembaga adat,  sesuai UU tentang Otsus.

“Saya akan melakukan koordinasi dengan Bappeda untuk mempertanyakan hal tersebut.  Otsus bagi penguatan lembaga adat juga merupakan tanggung jawab dari Propinsi,” kata Petrus. ( Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment