Raja Ampat Punya Tiga Biawak Endemik

Bagikan Bagikan
Biawak pulau Misool Raja Ampat.(Foto-Antara)

SAPA (WAISAI) - Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat mempunyai tiga jenis biawak endemik yang sangat digemari wisatawan pencinta reptil.

Koordinator Keanegaragaman Hayati dan Pengembangan Masyarakat Fauna dan Flora International-Indonesia Programme (FFI-IP) Raja Ampat, Maurits Kafiar di Waisai, Sabtu mengatakan bahwa di Kepulauan Raja Ampat terdapat tiga jenis biawak endemik yang tidak ada di daerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia.

Dia mengatakan, tiga jenis biawak endemik Raja Ampat adalah biawak asal pulau Batanta atau nama latinnya Varanus Macraei, biawak asal Pulau Misool atau nama latinnya Varanus Reisingeri, dan biawak asal pulau Waigeo atau nama latinnya Varanus boehmei.

Menurut dia, Varanus Macraei adalah jenis biawak yang penyebarannya di pulau Batanta Raja Ampat yang belum ditemukan daerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia.

Varanus Reisingeri adalah jenis biawak yang penyebarannya di pulau Misool Raja Ampat yang belum ditemukan daerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia.

Selanjutnya, Varanus boehmei adalah jenis biawak yang penyebarannya di pulau Waigeo Raja Ampat yang belum ditemukan daerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia.

Ia mengungkapkan bahwa tiga jenis biawak endemik Kabupaten Raja Ampat tersebut sangat menarik dan digemari wisatawan pencinta reptil untuk difoto.

Namun dilain sisi, kata dia, tiga jenis biawak endemik yang merupakan kekayaan alam Kabupaten Raja Ampat tersebut, menjadi sasaran pemburuan masyarakat untuk dijual kepada pembeli reptil di Kota Sorong.

"FFI  Programme Raja Ampat berharap masyarakat setempat melindungi biawak endemik Indonesia yang hanya ada di Kabupaten Raja Ampat itu, agar tidak punah di kemudian hari," ujar.(Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment