Warga Kamoro dan Merauke Adakan Ibadah Inkulturasi

Bagikan Bagikan
.Pelaksanaan ibadah Inkukulturasi.(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Warga Suku Kamoro dan sebagian Suku Merauke yang ada di Kabupaten Mimika menggelar ibadah Inkulturasi di Gereja St. Petrus Sp1, Minggu (10/2).

Ibadah Inkulturasi tersebut dengan tujuan missi untuk membantu pembangunan Gereja St. Petrus Sp1. Ibadah dimulai dengan arak- arakan dengan tarian khas Suku Kamoro ( Sekka).

Ibadah Inkultrasi ini dihadiri para tokoh- tokoh masyarakat adat Suku Kamoro dan Merauke. Juga dihadiri Pastor Jhon Bonai yang didatangkan langsung dari Jayapura sekaligus memimpin ibadah Inkulturasi tersebut.

Pastor Jhon dalam penyampaiannya mengatakan jangan segan- segan untuk memberi apa yang ada pada dirimu. Selain melakukan hal baik terhadap orang lain, yakinlah orang lain juga akan melakukan hal yang baik.

“Bertolaklah ke dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan,” ujar Pastor Jhon saat mengutip dalam bacaan Lukas 5: 4-7.

”Itu juga yang harus dilakukan, tebarkanlah kebaikanmu untuk kebersamaan dan suka cita dalam membangun Gereja yang saat ini dibangun,” tambahnya.

“Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia- siakan waktu yang Tuhan beri hidup ini harus jadi berkat,” ungkap Pastor dalam nyanyian sambil meyakinkan umat yang hadir dalam ibadah tersebut.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Kamoro sekaligus ketua panitia pembangunan, Abraham Kateyau kepada Salam Papua mengatakan, ibadah Inkulturasi tersebut sebagai salah satu cara dalam pendekatan mencari dana untuk pembangunan Gereja dengan kekhususan pada suku- suku.

Selain ibadah Inkulturasi masyarakat juga mengadakan basar dan juga lelang patung- patung ukiran khas Suku Kamoro

“Ini memang nuansanya adalah nuansa budaya yang mana ada didalamnya perpaduan nuansa budaya Kamoro dan nuansa budaya Merauke,” ujarnya.

Abraham mengatakan, ibadah Inkulturasi setiap tahunnya selalu diadakan, mengambil perpaduan antara Suku Kamoro dengan suku- suku lain dengan tujuan misinya yang berbeda- beda.

“Biasanya ibadah ini kita lakukan dengan Suku Amungme, Asmat, tapi tahun ini kita lakukan dengan Suku Merauke,” katanya.

Ia juga berharap pembangunan Gereja tersebut dapat menjadi perhatian umat yang ada di wilayah Sp1 dan Sp4. Pembangunan gereja tersebut juga diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika karena masyarakat yang ada merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Mimika. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment